headerphoto
Update Data Sampel Uji : ***

KUNJUNGAN SEKRETARIS DITJEN PP DAN PL KEMENKES RI KE BBTKLPP YOGYAKARTA

Oleh : administrator


Pada hari Selasa tanggal 15 April 2014, Sekretaris Direktoral Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen PP dan PL), dr. M. Subuh, M.P.P.M didampingi oleh Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Setditjen PP dan PL , Slamet Mulsiswanto, SKM, M. Kes melakukan kunjungan kerja ke Kantor Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta. Kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala BBTKLPP Yogyakarta, Dr. Hari Santoso, SKM, M. Epid, MH. Kes dan dihadiri oleh seluruh pejabat struktural dan fungsional di lingkungan BBTKLPP Yogyakarta.


Jejaring Kerja Pengendalian Penyakit Pes di Desa Kembang Kuning Kecamatan Cepogo Kabupaten BoyolaliProvinsi Jawa Tengah Tahun 2013

Oleh : administrator

Latar Belakang : Penyakit Pes/Sampar juga dikenal dengan nama Pasteurellosis/Yersiniosis/Plague merupakan penyakit zoonosis. Penyakit ini termasuk dalam re-emerging disease dan masih merupakan masalah kesehatan yang dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah, dan masih termasuk dalam Undang-undang No. 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular. Penyakit pes merupakan salah satu penyakit menular yang berpotensi menimbulkan wabah. Kecamatan Cepogo merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah yang masih tercatat sebagai daerah focus pes. Guna mencegah terjadinya kembali wabah penyakit pes, maka perlu dilakukan pengamatan secara terus menerus (surveilans) pada manusia dan hewan (tikus) di daerah fokus pes tersebut. Selain itu perlu pula dilakukan kajian terhadap faktor risiko lingkungan dan perilaku yang berkontribusi pada pola penyakit pes tersebut.


Kajian Analisis Kejadian Diare Dan Penyakit Bawaan Air Dengan Curah Hujan Di DIY

Oleh : administrator

Penelitian mengenai perubahan iklim telah membuktikan bahwa perubahan iklim telah membawa dampak terhadap kesehatan manusia. Salah satu penyakit yang terdampak perubahan iklim berdasarkan PMK No.035 tahun 2012 adalah penyakit tular air. Untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan, berdasarkan PMK nomor 1018 tahun 2011, perlu dilakukan peningkatan surveilans dan sistem informasi dengan pokok kegiatannya adalah Pengumpulan dan analisis data penyakit, faktor risiko lingkungan, perilaku, dan iklim. Untuk meningkatkan surveilans dan sistim informasi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan dilakukanlah kajian Analisis Kejadian diare dan penyakit bawaan air dengan cuaca di Kota Yogyakarta. Tujuan dilakukannya kajian ini secara umum adalah untuk mengetahui sensitivitas diare dan penyakit bawaan air lainnya terhadap perubahan/variasi cuaca. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui kecenderungan kejadian diare dan penyakit bawaan air lainnya berdasarkan cuaca dan mengetahui adanya hubungan antara kejadian diare dan penyakit bawaan air lainnya dengan cuaca.


PENGUMUMAN PELELANGAN DENGAN PASCAKUALIFIKASI (PENGADAAN MEDIA DAN REAGENSIA KESEHATAN LINGKUNGAN BBTKLPP YOGYAKARTA)

Oleh : administrator

PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
BALAI BESAR TEKNIK KESEHATAN LINGKUNGAN PENGENDALIAN PENYAKIT (BBTKLPP) YOGYAKARTA

Sekretariat : Jl. Wiyoro Lor No.21, Baturetno Banguntapan Bantul Yogyakarta, 55197, Telp : (0274) 371588, 443283, Fax :(0274) 443284, Website : www.btkljogja.or.id, Email : info@btkljogja.or.id

PENGUMUMAN PELELANGAN SEDERHANA DENGAN PASCAKUALIFIKASI
Nomor : PM. 04.21/IX.3/620/2014


Kajian Perubahan Musim Terhadap Kepadatan Vektor Nyamuk di DIY

Oleh : administrator

Salah satu dampak dari perubahan iklim adalah kemungkinan peningkatan kejadian yang terus menerus dari vector borne disease. Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit berbasis vektor yang menjadi penyebab kematian utama di banyak negara tropis. Insektisida piretroid, sipermetrin (Cynoff), telah lama digunakan di Yogyakarta dalam program pengendalian vektor Dengue, Aedes aegypti dalam rumah dengan sasaran nyamuk dewasa. Aplikasi insektisida kimia dalam jangka waktu lama, umumnya menyebabkan serangga sasaran (nyamuk vektor) menjadi resisten terhadap insektisida tersebut. Tujuan kajian ini adalah mengetahui gambaran dan hubungan antara perubahan musim (musim penghujan dan musim kemarau) dengan kepadatan larva serta kasus DBD di kota Yogyakarata tahun 2013.


Jejaring Kerja Pengendalian Penyakit Pes Di Desa Tarubatang Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013

Oleh : administrator

Latar Belakang : Penyakit Pes/Sampar juga dikenal dengan nama Pasteurellosis/Yersiniosis/Plague merupakan penyakit zoonosis. Penyakit ini termasuk dalam re-emerging disease dan masih merupakan masalah kesehatan yang dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah, dan masih termasuk dalam Undang-undang No. 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular. Penyakit pes merupakan salah satu penyakit menular yang berpotensi menimbulkan wabah. Kecamatan Selo merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah yang masih tercatat sebagai daerah focus pes. Guna mencegah terjadinya kembali wabah penyakit pes, maka perlu dilakukan pengamatan secara terus menerus (surveilans) pada manusia dan hewan (tikus) di daerah fokus pes tersebut. Selain itu perlu pula dilakukan kajian terhadap faktor risiko lingkungan dan perilaku yang berkontribusi pada pola penyakit pes tersebut.


Jejaring Kerja/Advokasi Pengendalian Filariasis di Provinsi Jawa Tengah

Oleh : administrator

Latar belakang: Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria dengan vektor berbagai jenis nyamuk. Menurut World Health Organization), diperkirakan 120 juta penduduk dunia yang tersebar di 80 negara telah terinfeksi filariasis, dan 1 milyar penduduk (20%) mempunyai risiko terinfeksi filariasis. Di Asia Tenggara, diperkirakan 700 juta penduduk tinggal di daerah endemis filariasis dan 60 juta orang telah terinfeksi filariasis.


Kajian Kondisi Kesehatan Lingkungan Sebagai Fr Nosokomial Pada Sarana Pelayanan Kesehatan

Oleh : administrator

Infeksi nosokomial adalah suatu infeksi yang didapatkan karena perawatan di rumah sakit yang terjadi setelah 48 jam atau lebih. Infeksi nosokomial atau infeksi rumah sakit merupakan dampak negatif perawatan di rumah sakit yang paling sering terjadi, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Infeksi nosokomial menambah panjang masa perawatan di rumah sakit, meningkatkan resistensi mikroba terhadap antibiotik, menambah beban finansial sistem kesehatan, mempertinggi biaya kesehatan yang harus dibayar oleh pasien dan keluarganya, dan menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui angka kuman udara dan usap, bakteri pathogen usap lantai di ruang operasi dan ruang perawatan di rumah sakit.




21 April 2014


Login





Polling

Pelayanan Pemeriksaan Contoh Uji Di BBTKL PP Yogyakarta
Sangat Memuaskan
Puas
Cukup Puas
Kurang Puas
Tidak Puas

Online Support

Support 1 : ming_cyber Support 2 : mas_ming Support 3 : sakha_akhsan