Kajian Keberadaan virus avian influensa (H5) di lingkungan pasar tradisional dan analisa risikonya terhadap kesehatan manusia di Kabupaten Kulon Progo, Propinsi DI.Yogyakarta Tahun 2007
16 May 2008 03:05:10
oleh : administrator
Virus Avian Influenza (AI) dapat bertahan untuk waktu yang cukup lama dilingkungan. Kabupaten kulon progo, sebagai salah satu kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki 12 kecamatan yang unggasnya terinfeksi virus AI hingga Nopember 2006. Virus Avian Influenza (AI) dapat bertahan untuk waktu yang cukup lama dilingkungan. Kabupaten kulon progo, sebagai salah satu kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki 12 kecamatan yang unggasnya terinfeksi virus AI hingga Nopember 2006. Penelitian ini ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan virus AI (H5) di lingkungan pasar tradisional dan perilaku penjual unggas yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya infeksi virus AI pada manusia.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Pebruari-September 2007 di 8 Pasar tradisional, yang dikarakterisasi adanya penjual unggas yang juga memelihara unggas tersebut, dari 34 pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kulonprogo. Data keberadaan virus AI-H5 diperoleh berdasarkan pengambilan contoh uji swab kloaka unggas dan tanah di sekitar penjual unggas, lalu pemeriksaan contoh uji menggunakan RT-PCR (Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction) dan identifikasi kultur sel dalam telur ayam berembrio dengan HI (Hemagglutination Inhibition) tes. Data perilaku penjual unggas diperoleh berdasarkan observasi dan wawancara. Hasil kajian ditemukan virus AI-H5 di lingkungan Pasar Sentolo, Pasar Gawok, dan Pasar Bendungan. Berdasarkan penelitian ini, didapatkan virus H5 pada 1 (25 %) dari 4 sampel tanah yang diambil di Pasar Sentolo, 2 (33,3 %) dari 6 sampel tanah dan 2 (33,3 %) dari 6 sampel swab kloaka unggas non ayam di Pasar Gawok, serta 1 (20 %) dari 5 sampel tanah di Pasar Bendungan. Sebagian besar responden tidak menggunakan alat pelindung diri lengkap saat berjualan, membersihkan kandang atau memelihara merawat unggas, dan tidak melakukan desinfeksi keranjang dan kandang unggas sebelum dikeluarkan dari lokasi pemeliharaan unggas. Sebagian besar responden sudah mencuci tangan dengan air dan sabun, serta lebih dari setengah jumlah responden mandi dengan air dan sabun, setelah selesai berdagang.
Jika memerlukan dokumen full version silakan kirim ke email : info@btkljogja.or.id

