Studi Deskriptif Keberadaan Legionella di Tempat-Tempat Umum di Propinsi DIY Tahun 2007
29 July 2008 01:07:57
oleh : tim_kajian
Legionellosis adalah suatu penyakit infeksi bakteri akut yang bersifat new emerging diseases. Secara keseluruhan baru dikenal 20 spesies. Legionella pneumophila Pertama kali wabah Legionellosis terjadi di Philadelphia Amerika Serikat pada tahun 1976 dengan jumlah kasus 182 dan kematian 29 orang (CFR 15,9%). Di Indonesia kasus ini ada di sejumlah tempat antara lain di Bali (1996), di Karawaci Tangerang (1999), dan di sejumlah kota lainnya. Dari hasil survai tahun 2001 atas petugas air menara sistem pendingin di hotel-hotel di Jakarta dan Denpasar ditemukan hampir 90% pernah terpajan bakteri Legionella.
Legionella pneumophila termasuk bakteri Gram negatif, berbentuk batang, tidak meragi D-glukosa, tidak mereduksi nitrat menjadi nitrit. Koloni bakteri ini hidup subur menempel di pipa-pipa karet dan plastik yang berlumut dan tahan kaporit dengan konsentrasi klorin 2,6 mg/l. Legionella dapat hidup pada suhu antara 5,7 0 C – 63 0 C dan hidup subur pada suhu 30 0 C – 45 0C. Penularan Legionella pada manusia, antara lain melalui aerosol di udara atau minum air yang mengandung Legionella; dapat pula melalui aspirasi air yang terkontaminasilangsung melalui peralatan pernafasan dan pengompresan luka dengan air yang terkontaminasi. Masa inkubasi 1-10 hari. Keberadaan bakteri ini di sarana rumah sakit yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan infeksi nosokomial. Adanya kasus penyakit legionellosis di sarana tempat wisata seperti hotel akan berdampak negatif terhadap perkembangan pariwisata. Berdasarkan permasalahan di atas maka studi ini bertujuan untuk memperoleh data keberadaan bakteri legionella di lingkungan pada sarana hotel, rumah sakit, dan pusat kebugaran/perawatan tubuh/spa, dan tempat-tempat lain. Kajian ini menggunakan metodologi Deskriptif, waktu penelitian dilaksanakan bulan Juli – Desember 2007. Adapun hasil pengujian Legionella pneumophila yang dilakukan di hotel, rumah sakit dan mall dari 18 sampel dinyatakan negatip ( 100%) baik yang diambil di air sumber, air colling tower, air spa,air corten , swab dari kran, swab shower dan swab condenser. Untuk melindungi pengunjung,pasien, karyawan baik di rumah sakit, hotel dan Mall perlu pengawasan lebih insentif dan dioptimalkan.
Jika memerlukan dokumen full version silakan kirim ke email : info@btkljogja.or.id

