headerphoto
Splash News : *** Pengumuman Lelang Pengadaan Reagensia : http://btkljogja.or.id/detailagenda/16/

Kajian Penggunaan Air Rahmat® Pada Air Bersih Untuk Air Minum Tahun 2007

31 July 2008 02:07:02
oleh : tim_kajian

Manusia membutuhkan air dalam kehidupannya, baik untuk minum, memasak mencuci, dan sebagainya. Dalam satu hari, seorang manusia dewasa membutuhkan sekitar 1,6 liter air untuk dikonsumsi. Sehubungan dengan kebutuhan itu, sudah selayaknya diupayakan penyediaan air minum yang aman bagi manusia. Usaha pengolahan desinfeksi air minum dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain perebusan dan cara kimiawi. Dalam situasi bencana , mungkin akan sulit untuk melakukan pengolahan dengan cara perebusan, padahal persyaratan bahwa angka E.coli dalam air minum adalah nol per 100 ml air harus dipenuhi. Pada saat seperti itu akan lebih memungkinkan (praktis) untuk menggunakan cara kimiawi dengan penambahan desinfektan.

Air Rahmat ® ® merupakan salah satu jenis disinfektan klorin yang mengandung Natrium hipoklorit 1,25 %. Saat dicoba pemakainnya oleh masyarakat berdasarkan pedoman dalam kemasan, timbul beberapa keluhan sehubungan dengan bau klor yang ditimbulkan. Oleh karena itu dilakukan kajian oleh tim BBTKL PPM Yogyakarta. Adapun tujuannya adalah untuk menemukan dosis Air Rahmat® yang optimal dan untuk mengetahui dampak pemberian Air Rahmat sehingga dapat efektif berfungsi sebagai disinfektan tanpa menimbulkan keluhan bagi masyarakat . METODOLOGI : Sampel Air mata air sebagai air baku berada di Catchment Area dan daerah pengungsian apabila terjadi bencana Alam. Ditetapkan 3 (tiga) sumur gali yang difungsikan sebagai sumber air minum Karyawan Pemerintah; karyawan swasta dan masyarakat awam/umum. Kajian ini dilakukan dengan mengukur berbagai dosis Air Rahmat ® ® dalam 3 air mata air (sampel setelah pengolahan 27 sampel Kimia ; 27 sampel Biologi ), 3 air sumur gali (sampel setelah pengolahan 27 sampel kimia ; 27 sampel Biologi ) Pengukuran Na menggunakan ICP, sisa chlor dengan komparator Chlor dan Coliform dan Coli Tinja menggunakan metode MPN . HASIL : Hasil kajian menyatakan bahwa penambahan Air Rahmat ® ® sesuai brosur yaitu 5 tanda L(15 tetes) untuk 5 liter air maupun dosis BBTKL-PPM (10 tetes), kedua variasi dosis mampu menginaktivasi coliform dan coli tinja serta mampu meningkatkan kualitas air baku memenuhi syarat air bersih maupun yang difungsikan sebagai air minum .Secara terpisah dosis Air Rahmat ® ® sesuai brosur memperlihatkan daya sergap chlor = sekitar 0,1 - 0,5 mg/l + angka keamanan 0,3 mg/l sehingga chlor yang dibutuhkan selama 1 jam sekitar = 0,4 - 0,8 mg/l ; sampai dengan 6 jam sisa chlor bertahan sekitar 0,6- 1,5 mg/l sedangkan setelah 24; 48 jam sampai dengan 72 jam ,sisa chlor masing-masing menjadi 0,7; 0,5; 0,4 mg/l. Sedangkan dosis BBTKL-PPM memperlihatkan daya sergap chlor = 0,1 – 0,7 mg/l + angka keamanan 0,3 mg/l sehingga chlor yang dibutuhkan selama 1 jam sekitar = 0,5 - 1,0 mg/l ; sampai dengan 6 jam sisa chlor bertahan sekitar 0,2 - 0,8 mg/l sedangkan setelah 24; 48 jam sampai dengan 72 jam ,sisa chlor masing-masing menjadi 0,5; 0,3; 0,2 mg/l. Hasil kajian juga memperlihatkan bahwa kandungan Na setelah pembubuhan Air Rahmat ® (NaOCl ) ternyata tidak signifikan menambah kandungan Na pada air yang didesinfeksi. Hal ini diperkuat hasil analisis statistik , menyatakan hasil uji t untuk pengamatan sepasang antara dosis Air Rahmat ® sesuai dengan brosur dan dosis BBTKL-PPM terhadap berbagai sumber dalam meningkatkan kualitas air minum tidak berbeda nyata pada tarap P 0,05 . Demikian juga hasil analisis memperlihatkan pengurangan desinfektan menurut dosis BBTKL-PPM 10 tetes dengan daya sergap chlor 0,2 mg/l ini masih terpaut lebih rendah dibandingkan dengan dosis Air Rahmat ® , namun dalam menginaktivasi bakteri coliform dan coli tinja telah merupakan dosis desinfektan yang optimum. Kondisi ini juga telah mampu meningkatkan kualitas air minum serta merupakan dosis yang efektif dalam mengeliminir cemaran biologi. Dengan daya tahan sampai dengan batas kurun waktu 72 jam. Walaupun penambahan kedua macam dosis Air Rahmat ® ,tidak terbukti adanya penambahan kadar Na dalam air yang terolah ,namun untuk dosis sesuai pemakaian brosur dirasakan adanya bau chlor yang ditimbulkan pada air baku dengan kadar sisa chlor yang tinggi yang dikhawatirkan dapat berpengaruh pada sistem hepatik,kardiovasculer dan penurunan berat badan (berdasarkan penelitian pada tikus). KESIMPULAN : Hasil kajian menyimpulkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara dosis Air Rahmat sesuai brosur dengan dosis BBTKL-PPM dalam meningkatkan kualitas air minum.Tidak terbukti banyaknya dosis Air Rahmat semakin baik dalam meningkatkan kualitas air minum namun demikian terbukti semakin banyak dosis air rahmat memperlihatkan semakin besar sisa khlor yang ditimbulkan dan menimbulkan keluhan /bau chlor yang cukup menyengat..Secara ekonomi dan teknik ,pengurangan pembubuhan dosis Air Rahmat ® /dosis BBTKL-PPM dipandang dapat memperkecil dampak bau dan menghindari resiko kesehatan ( berdasarkan penelitian pada tikus dapat mempengaruhi sistem hepatika, kardiovasculer dan penurunan berat badan ). Disarankan agar dipakai pengurangan dosis sesuai dengan dosis BBTKL-PPM karena dosis yang kecil efektif menginaktivasi coliform dan coli tinja serta tidak berdampak terhadap bau.Kata-kata kunci : Air Rahmat® , Berbagai Dosis, Dalam Meningkatkan Kualitas Air Minum.

Jika memerlukan dokumen full version silakan kirim ke email : info@btkljogja.or.id.


08 September 2010


Login





Polling

Tampilan Website BBTKL PPM Yogyakarta
Sangat Bagus
Bagus
Cukup Bagus
Kurang Bagus
Tidak Bagus

Online Support

Support 1 : mas_ming Support 2 : heldhi_k Support 3 : sakha_akhsan