headerphoto
Splash News : *** Pengumuman Lelang Pengadaan Reagensia : http://btkljogja.or.id/detailagenda/16/

Survei Tempat Perindukan Nyamuk Di Dusun Blimbingsari, Catur Tunggal, Depok, Sleman Tahun 2007

05 September 2008 05:09:01
oleh : tim_kajian

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang rawan terjadinya KLB DD/DBD, pada tahun 2006 telah dinyatakan sebagai KLB. Sedangkan Kabupaten Sleman walaupun tidak dinyatakan KLB, namun kasusnya cukup tinggi. Salah satu wilayah Sleman yang dinyatakan endemis adalah Dusun Blimbingsari Catur Tunggal Depok. Salah satu upaya pengendalian kasus adalah meminimalkan terjadinya penularan, yaitu dengan pengenalian vektor. Upaya pengendalian vektor yang paling efektif dan efisien adalah intervensi tempat perindukan nyamuk. Dalam rangka intervensi tersebut BBTKL PPM Yogyakarta melakukan survey tempat perindukan dengan tujuan mengukur indeks jentik, mengidentifikasi kontainer potensial, dan mengidentifikasi ragam spesies nyamuk.


Survei dilakukan di wilayah Dusun Blimbingsari, Catur Tunggal, Depok, Sleman. Sasaran survei adalah 5 titik kasus, masing-masing titik terdiri dari 1 rumah kasus dan 19 rumah di sekitarnya, sehingga total didapatkan 100 rumah. Survei dilakukan sebulan sekali selama 3 bulan, dimulai pada bulan Mei dengan metode wawancara dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, yaitu mengukur indeks jentik (container indexs/CI, house indexs/HI, bruto indexs/BI), angka bebas jentik (ABJ), dan prosentase kontainer potensial.

Hasil kajian memberikan gambaran: Indeks jentik dari bulan Mei hingga Juli mengalami penurunan. HI = 46%, 41%, 22%; CI = 17%, 11%, 7%; dan BI = 99%, 58%, 32%. Dibandingkan dengan HI, nilai BI selalu lebih tinggi, ini memberikan gambaran bahwa pada rumah yang positif jentik/pupa terdapat lebih dari satu container yang positif jentik/pupa. Nilai ABJ dari bulan Mei hingga Juli berturut-turut sebagai berikut: 54%, 59%, 78%; jadi mengalami peningkatan, walaupun masih di bawah standar nasional sebesar 95%.

Kontainer yang ditemukan positif jentik/pupa yaitu: bak mandi, pot/vas, drum/gentong/reservoir, penampung air dispenser, ember, penampung air kulkas, kaleng/botol bekas/pecahan kaca, tempat minum burung, aquarium, dan sumur. Proporsi kontainer bak mandi paling dominan dibanding yang lain pada 3 kali pengamatan, yaitu 38%, 33%, dan 23%. Ada beberapa kemungkinan hal ini bisa terjadi: a) bahwa membersihkan/menguras bak mandi belum menjadi kebiasaan yang kontinyu/rutin, dan b) waktu pengurasan lebih dari 5-6 hari sekali. Kontainer sumur dari 23 sumur yang diamati 26% positif jentik/pupa. Identifikasi ragam spesies nyamuk, dari 40 ekor: 5% merupakan spesies Aedes albopictus, dan 95% Aedes aegypti.
Kata kunci: indeks jentik, kontainer, ragam spesies.
Jika memerlukan dokumen full version silakan kirim ke email : info@btkljogja.or.id


08 September 2010


Login





Polling

Tampilan Website BBTKL PPM Yogyakarta
Sangat Bagus
Bagus
Cukup Bagus
Kurang Bagus
Tidak Bagus

Online Support

Support 1 : mas_ming Support 2 : heldhi_k Support 3 : sakha_akhsan