Pembahasan Dan Penyusunan Draft Final Usulan SBK Tahun Anggaran 2010
16 Maret 2009 11:04:55
oleh : mardiansyah
Dengan diterapkannya penganggaran berbasis kinerja (performance budget), maka semua kegiatan yang dilakukan oleh suatu institusi harus sesuai dengan tujuan, tupoksi, serta output & outcome yang telah ditetapkan dari kegiatan, sehingga dapat dilihat keterkaitan antara penganggaran dengan output & outcome, yang pada akhirnya akan mendukung perbaikan efisiensi dan efektvitas dalam pemanfaatan sumber daya dan memperkuat proses pengambilan keputusan kebijakan penganggaran.
Dalam rangka mempermudah perhitungan biaya yang dibutuhkan untuk membiayai kegiatan sehingga akan dapat mencapai output yang telah ditetapkan dan sesuai dengan amanat UU Nomor 17 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa RKA-KL disusun berdasarkan prestasi kerja dan menggunakan pendekatan anggaran berbasis kinerja, maka penyusunan Standar Biaya Khusus (SBK) merupakan salah satu kebijakan penganggaran yang perlu diterapkan. Melalui SBK diharapkan alokasi sumber daya secara strategis perlu dipersiapkan dan disusun secara realistis, lebih baik, dan kredibel sejak rencana awal sesuai dengan kebutuhan suatu institusi.
Menindaklanjuti kegiatan Penyusunan Standar Biaya Khusus (SBK) yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 – 13 Maret 2009 yang lalu di Bogor, Jawa Barat, maka berdasarkan surat Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Setjen Depkes RI Nomor PR.01.10/2/334/2009 tanggal 16 Maret 2009 perihal Undangan Penyusunan Standar Biaya Khusus (SBK) Depkes Tahun 2010, BBTKL PPM Yogyakarta mengirimkan Kasubag Program dan Laporan, Sdr. Siswati ElynaTarigan, SKM untuk mengikuti kegiatan dimaksud. Kegiatan ini diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat, selama tiga hari, yaitu pada tanggal 23 – 25 Maret 2009, yang dihadiri oleh 4 KKP (Tanjung Priok, Cengkareng, Medan, dan Makassar), 4 B/BTKL-PPM (Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, dan Manado), Puslitbang Biomedis dan Farmasi Jakarta, Kepala BBPPVRP Salatiga, Balai Besar Penelitian GAKY Magelang, 3 Loka Litbang (Ciamis, Banjar Negara, Baturaja), dan 2 Poltekes (Manado dan Yogyakarta)
Tujuan kegiatan ini adalah tersusunnya SBK Depkes Tahun 2010, terinformasikannya kebijakan terbaru mengenai standar biaya, terinformasikannya tata cara pengisian format kerangka acuan dan rincian anggaran biaya, dan terinformasikannya penggunaan Aplikasi SBK.
Dalam kegiatan tersebut, BBTKL PPM Yogyakarta telah menyerahkan usulan tiga SBK dalam level sub kegiatan, yaitu: Diseminasi Informasi di Provinsi D.I. Yogyakarta (Rp 46.430.000), Diseminasi Informasi di Provinsi Jawa Tengah (Rp 173.650.000), dan Fasilitasi Pengembangan Surveilans Epidemiologi Malaria Lintas Batas Bukit Menoreh (Rp 87.070.000). Usulan ketiga SBK tersebut telah dibahas pada kegiatan ini dan akan dibahas lagi lebih lanjut oleh Depkes (dalam hal ini Biro Perencanaan dan Anggaran) dengan Departemen Keuangan sehingga akan mendapatkan persetujuan untuk ditetapkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.