Diskusi dan Pemecahan Masalah Leptospirosis di Lingkungan Kabupaten Kebumen


Menindaklanjuti kegiatan Surveilans Faktor Risiko Leptospirosis di Desa Indrosari Kecamatan Buluspesantren dan Desa Jlegiwinangun Kecamatan Kutowinangun pada bulan Juli 2023, dilakukan Pertemuan Finalisasi Hasil Kegiatan tanggal 4 Oktober 2023 di Aula Gedung Unit Pengobatan Penyakit Paru (UP3) Kabupaten Kebumen. Peserta pertemuan berasal dari BBTKLPP Yogyakarta, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kebumen, Puskesmas Buluhpesantren 1, Puskesmas Kutowinangun, Kecamatan Buluhpesantren, Kecamatan Kutowinangun, dan kader-kader kesehatan Desa Indrosari dan Jlegiwinangun.

Sambutan pertama disampaikan oleh Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menular dan Penyakit Tidak Menular (P2PMPTM) Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen, Winarti, S.K.M., M.P.A. Beliau menyampaikan bahwa pada pertemuan akan ada paparan hasil kegiatan dan diharapkan Puskesmas dan kader dapat memahami faktor risiko leptospirosis di wilayahnya dan menyampaikan permasalahannya untuk mendapatkan solusi bersama. Sambutan kedua dari Sub Koordinator Lingkungan Biologi BBTKLPP Yogyakarta, Atikah Mulyawati, S.K.M. yang menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah tindaklanjut dari kegiatan pengambilan sampel tikus dan lingkungan, serta wawancara responden pada bulan Juli. Sehubungan mulai tahun 2024, BBTKLPP Yogyakarta secara efektif menjadi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Tier 4 Regional DIY dan Jawa Tengah, maka diharapkan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten yang berada di Tier 1 dan 2 dapat melaksanakan kegiatan surveilans faktor risiko leptospirosis secara mandiri sesuai OJT (on the job training) yang telah dipraktekkan di bulan Juli.

Paparan hasil kegiatan disampaikan oleh Ketua Tim Kegiatan, Yeni Yuliani, S.Tr.Kes. dan Entomolog Kesehatan Ahli Muda, Yohanes Didik Setiawan, S.Si., M.Sc. Faktor risiko leptospirosis di Desa Indrosari dan Jegliwinangun Kabupaten Kebumen adalah kepadatan tikus yang melebihi baku mutu kesehatan lingkungan, adanya bakteri Leptospira di vektor dan lingkungan, masih ada rumah dengan risiko penularan leptospirosis yang tinggi, dan banyaknya masyarakat yang masih berperilaku buruknya sehingga rentan tertular leptospirosis. Selanjutnya, pemberian materi tentang pengendalian leptospirosis disampaikan oleh Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja dan Olah Raga Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen, Wawan Darmanto, S.ST., M.M. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pada pertemuan disepakati untuk melakukan sosialisasi tentang leptospirosis kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Buluhpesantren dan Kutowinangun.