Surveilans Sentinel Kepadatan Tikus di Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau


Leptospirosis adalah penyakit zoonosa yang menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira yang ditularkan melalui kencing tikus. Sebagaimana pada Permenkes Nomor 1501 Tahun 2010, leptospirosis merupakan salah satu jenis penyakit menular yang dapat menimbulkan wabah, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendaliannya. Surveilans sentinel kepadatan tikus dan deteksi leptospirosis pada tikus merupakan hal penting dalam pencegahan dan pengendalian leptospirosis.

Pada tanggal 19 - 23 September 2023, dilaksanakan kegiatan surveilans sentinel kepadatan tikus dan deteksi leptospirosis di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, yang diikuti oleh perwakilan dari BBTKLPP Yogyakarta, yaitu dr. Nur Subagyo, M.P.H. Dilakukan pemasangan trap pada 50 rumah di Desa Tanjung Unggat, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Trap dipasang di dalam dan di luar rumah. Selama 3 hari pelaksanaan kegiatan, sejumlah 40 ekor tikus tertangkap, semua berjenis Rattus tanezumi atau tikus rumah. Success trap >1 %, menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Serta Pengendaliannya telah melebihi baku mutu. Hal ini berarti daerah tersebut memiliki faktor risiko tinggi terhadap penularan leptospirosis dan penyakit lain bersumber Tikus yang tertangkap kemudian dilakukan pembedahan untuk diambil spesimen ginjalnya, kemudian dilakukan pemeriksaan PCR portable. Hasil menunjukkan 2 spesimen tikus positif leptospira.dari tikus.