BBTKLPP Yogyakarta Hadiri Pertemuan Teknis Surveilans Sentinel Antraks (OJT) di D.I. Yogyakarta


Antraks merupakan salah satu penyakit zoonosis yang endemis di D.I.Yogyakarta. Pada tahun 2023, terjadi KLB antraks di Kabupaten Gunungkidul, yang ditindaklanjuti dengan peningkatan kewaspadaan terhadap antraks di seluruh wilayah DIY. Dalam rangka deteksi dini suspek antraks di fasyankes, pada tanggal 14 - 17 November 2023 bertempat di Hotel Harper, Jalan P. Mangkubumi, Yogyakarta, Tim Kerja Zoonosis Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes. R.I. melaksanakan Pertemuan Teknis Surveilans Sentinel Antraks untuk memperkuat surveilans antraks di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul. Pertemuan dihadiri oleh petugas medis dan surveilans dari 10 fasyankes di Kab. Gunungkidul dan 4 fasyankes di Kab. Sleman, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan Gunungkidul, dan Dinas Kesehatan D.I.Yogyakarta. BBTKLPP Yogyakarta diwakili oleh dr. Darmawali Handoko, M.Epid (kepala), dr. Yohanna Gita Chandra, M.S. (Koodinator SE), Emanuel Kristanti, S.T., M.Sc. (ka instalasi Mikrobiologi), Havid Setyawan, S.Si., M.Biotech (ka Instalasi Vorologi), dr. Dwi Amalia, M.P.H (Epidemolog Madya/sub koordinator Pengkajian dan Diseminasi) dan Heni Amikawati, S.K.M (Epidemiolog Muda/sub koordinator Advokasi dan KLB).

Pertemuan dibuka oleh Ketua Tim Kerja Zoonosis, dr. Yullita Evarini Y., MARS., didampingi oleh Kepala BBTKLPP Yogyakarta, dr. Darmawali Handoko, M.Epid dan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, dr. Ari Kurniawati, M.P.H. Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian materi antara lain: 1) Kebijakan dan Situasi Antraks di Indonesia disampaikan oleh Ka Timja Zoonosis, dr. Yullita Evarini Y., MARS., 2) Kebijakan Pengendalian Antraks pada Hewan disampaikan oleh Direktorat Kesehatan Hewan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Safrison. 3) Surveilans, Respon, dan Pelaporan, disampaikan oleh Tim Kerja Surveilans, Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan, 4) Pengenalan Surveilans Sentinel Antraks oleh Tim Kerja Zoonosis, Direktorat Pengendalian Penyakit Menular. 5) Alur Kegiatan Surveilans Sentinel Antraks oleh Tim Kerja Zoonosis, 6) Manajemen Spesimen Antraks oleh Kepala Instalasi Mikrobiologi BBTKLPP Yogyakarta. 7) Epidemiologi dan Manajemen Kasus Antraks, disampaikan oleh Dr. dr. Dhani Redhono, Sp.PD., KPTI FINASIM.

Fasyankes yang menjadi lokasi surveilans Antraks D.I.Y di Kabupaten Gunung Kidul antara lain RS Pelita Husada, Puskesmas Wonosari I, Wonosari 2, Tanjungsari, Paliyan, Ngawen I, Playen I , Patuk 2, Purwosari dan Girisubo sedangkan di Kabupaten Sleman antara lain RSUD Prambanan Puskesmas Kalasan, Prambanan dan Gamping I. Setelah penyampaian materi, dilaksanakan simulasi palaksanaan alur skrining, pengisian form investigasi, pengisian EBS, alur pengiriman spesimen dan penyusunan rencana tindak lanjut, acara ditutup dengan harapan rencana tindak lanjut dapat dilaksanakan dan kegiatan surveilans antraks DIY dapat berjalan lancar.