Respon Penanggulangan Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2018


Tanggal 18 April 2018 jam 13.28 WIB terjadi gempa bumi yang berpusat di 7.21 LS 109.65 BT, 52 km utara Kebumen dengan kekuatan 4.4 SR (BMKG). Gempa ini dirasakan sampai di Kab. Banjarnegara dan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Sehubungan hal tersebut, tim BBTKLPP Yogyakarta melakukan respon penanggulangan bencana di Kab. Banjarnegara tanggal 23 April 2018.

Dampak gempa bumi terutama dirasakan oleh warga di 4 desa di Kec. Kalibening yaitu Desa Sidakangen, Kasinoman, Plorengan dan Kertosari. Jumlah penduduk terdampak 11.598 jiwa, sekitar 8% penduduk terdampak merupakan populasi berisiko. Jumlah pengungsi 455 KK/1.818 jiwa tersebar di 4 desa terdampak. (Poskes induk Kab. Banjarnegara tgl. 23 April 2018). Tempat pengungsian, yang tersebar di 4 desa terdampak, bervariasi diantaranya di balai desa, gedung sekolah, lapangan, dan rumah penduduk.

Tim BBTKLPP Yogyakarta melakukan observasi di satu tempat pengungsian yaitu Gedung SD 2 Sidakangen dan Balai Desa Sida Kangen yang mempunyai Jumlah pengungsi sekitar 140 jiwa. Gambaran kondisi pengungsian sebagai berikut: 1) lingkungan bersih, tidak terlihat lalat, 2) Jumlah MCK cukup (rasio 1 MCK untuk 20 orang), 3) Air bersih cukup dan secara visual terlihat jernih dan tidak berbau, 4) Pengumpulan dan pembuangan sampah dilakukan secara periodik oleh relawan sehingga tidak terlihat tumpukan sampah, 5) supply air minum dalam bentuk air kemasan (secara kualitas seharusnya terjaga) dan secara kuantitas sudah tercukupi.

Pada kesempatan tersebut BBTKLPP Yogyakarta menyerahkan bantuan logistik untuk korban bencana melalui Dinkes Kab. Banjarnegara berupa Polybag ramah lingkungan, Polybag biasa, Polybag medis, Hygiene kit, Jerigen lipat, Kaporit, Lysol, Insektisida lalat, Ember, Gayung, Sepatu boot, Repellent lalat, dan Masker.

Saat ini kebutuhan pengungsi tercukupi. Masa tanggap darurat bencana telah ditetapkan 7 hari, namun adanya gempa susulan pada 21 April dan 23 April 2018 bisa memperpanjang waktu pengungsian, Untuk itu perlu dilakukan upaya pengelolaan sumber daya.