Peringatan Hari Pengendalian Nyamuk dan ASEAN Dengue Day Tahun 2018


Hari Penanggulangan Nyamuk (HPN) diperingati setiap tanggal 20 Agustus untuk mengenang penemuan Plasmodium, penyebab malaria pada nyamuk  Anopheles,  oleh Dr Ronald Ross tahun 1897. Maka penting dilakukan pembasmian terhadap nyamuk. Peringatan HPN tahun 2018 diharapkan akan mengingatkan seluruh masyarakat tentang pentingnya melakukan upaya pemberantasan nyamuk secara terus menerus. Sebab, nyamuk merupakan vektor berbagai penyakit tular vektor, seperti Malaria, DBD, Filariasis, Chikungunya, dan Japanese Encephalitis. Puncak HPN tahun ini bertempat di Poltekkes Surabaya. Tujuannya untuk memotivasi mahasiswa, siswa dan segenap lapisan masyarakat agar melakukan pemberantasan nyamuk di lingkungan kampus, sekolah dan tempat tinggal masing-masing. Hal tersebut penting dilakukan karena sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).


Seminar HPN 2018 di Mercure Hotel Surabaya

Acara diawali dengan laporan ketua panitia yang disampaikan oleh Direktur P2PTVZ, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof. DR. dr. Soetojo, SpU dan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Dr. dr. Kohar Hari Santoso, SpAN. Selanjutnya Dirjen P2P, dr. Anung Sugihantono, M.Kes Kemenkes RI memberikan keynotes speaker sekaligus membuka acara secara resmi, dengan memberikan beberapa penekanan. Selanjutnya Bapak Dirjen P2P meninjau presentasi poster. BBTKL PP Jogjakarta hadir dalam 5 presentasi poster:

1.  Pentingnya Pemetaan Wilayah Reseptif Di Daerah Fase Pemeliharaan Eliminasi nasi Malaria (Studi Kasus di Kabupaten Wonosobo)

2.  Efikasi Kelambu Berinsektisida LLINs di Kabupteb Kulonprogo Tahun 2017

3.  Model/Teknologi Mosquito Resting Trap Pengendali Nyamuk Aedes aegypti

4.  Resistensi Nyamuk Aedes aegypti Terhadap Insektisida di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017

5.  Resistensi Vektor Malaria Terhadap Insektisida di Kabupaten Lintas Batas Menoreh Tahun 2017


Pada kesempatan ini Dirjen P2P berkesempatan meninjau presentasi poster BBTKLPPYogyakarta


Penerimaan Rekor MURI Inovasi Pembuatan Larvitrap Jenis Terbanyak di Poltekkes Surabaya

Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI (dahulu Museum Rekor Indonesia) adalah sebuah museum yang terletak di Semarang, Indonesia. Museum ini merupakan tempat dicatatnya data prestasi superlatif yang terjadi di Indonesia. Setelah pada tahun 2017, pada HPN dan ADD Tahun 2017, Kementerian kesehatan (Kemenkes) mendapatkan penghargaan dari MURI. Penghargaan dari MURI ini diberikan karena Kemenkes berhasil memecahkan rekor menanam tanaman anti-nyamuk dengan keberagaman terbanyak yang diterima langsung oleh Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Pada Tahun 2018 ini Kemenkes menerima Rekor MURI untuk Inovasi Pembuatan Larvitrap Jenis Terbanyak sebagai Rekor Dunia, kepada Kemenkes (Menteri Kesehatan) dan  Rekor sebagai Pemakarsa dan kepada Poltekkes Surabaya (Direktur Poltekkes Surabaya). Larvitrap adalah alat penangkap nyamuk/jentik nyamuk yang mudah diaplikasikan oleh masyarakat. Pengendalian cektir menjadi ujung tombak pencegahan dan pengendalian Penyakit Tular Vektor. Acara diawali dengan laporan ketua Panitia yang diaampaikan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya, drg. Bambang Hadi Sugito, M.Kes.

1. Juara Pertama : Fajar (KKP Denpsar)

2. Juara Kedua : Rinaldi (Poltekkes Tanjung Pinang)

3. Juara Ketiga : Karyadi (KKP Makasar)


Selanjutnya dilaksanakan pemberian Rekor MURI oleh Manager Eksekutif MURI, Sri Widayati. Acara dilanjutkan dengan sambutan Dirjen P2P, dengan arahan bahwa pengendalian vektor kunci pengendalian Penyakit Tular Vektor dan dengan dicatatkannya Rekor Jenis terbayak pembuatan larvitrap, agar semua inisiator tidak berhenti di inisiasi, harus sampai pada penerapannya. Selanjutnya pengendalian vektor adalah tanggung jawab kita, oleh karena itu didorong semua pihak, terutama mahasiswa, dosen, peneliti untu melakukan pendekatan yang makin konkrit untuk bisa diterapkan oleh semua masyarakat di Indonesia. Diucapkan selamat kepada Suwito (Kasubdit PV) yang mengarang lagu Mars Pengendalian Vektor dan Achmad Farchany (Kepala KKP Kelas I Batam) dan diakhiri dengan Dialog Bersama Dirjen P2P dengan mahasiswa Poltekkes Surabaya.