Evaluasi/Pertemuan Terkait Analisis Dampak Faktor Risiko Penyakit Berbasis Lingkungan di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah


Dalam rangka melakukan evaluasi pelaksanaan analisis dampak faktor risiko penyakit berbasis lingkungan di wilayah kerja BBTKLPP Yogyakarta, Bidang ADKL melakukan evaluasi manajemen data lingkungan dan analisa yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah.


Manajemen data lingkungan yang sudah dilakukan di Kabupaten Rembang khususnya adalah data tentang agen biologi, yaitu E.coli atau Coliform dalam air minum. Analisa terkait kesehatan masyarakat belum dilakukan terhadap data tersebut. Untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lingkungan puskesmas di Kabupaten Rembang terkait dengan analisis dampak faktor risiko penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mengadakan kegiatan Orientasi Pengawasan Kualitas Air di Hotel Fave Kabupaten Rembang pada tanggal 18-19 September 2018. BBTKLPP Yogyakarta diminta untuk memberikan materi tentang manajemen data dan analisa risiko pada tanggal 18 September 2018.


Pertemuan dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Nurani Her Utami, setelah sebelumnya disampaikan laporan kegiatan oleh Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Bapak Al Furqon, S.I.Kom, S.K.M. Setelah itu, Kepala Seksi Lingkungan Biologi BBTKLPP Yogyakarta, dr. Yohanna Gita Chandra, M.S., memberikan pendahuluan tentang manfaat manajemen dan analisa data bagi kesehatan masyarakat, dilanjutkan pemberian materi teknis dan praktek terkait manajemen data dan analisa risiko oleh Atikah Mulyawati, S.K.M.


Materi manajemen data yang diberikan adalah tentang manajemen data serta pengolahan dan analisis data menggunakan Excel, sementara materi Analisis Risiko yang diberikan adalah tentang konsep analisis risiko, jenis analisis risiko dan penggunaannya, lalu analisis risiko non kuantitatif (analisis risiko sederhana), serta analisis risiko kuantitatif menggunakan ARKL (pengenalan ARKL, langkah-langkah ARKL, pengelolaan risiko, dan komunikasi risiko). Selanjutnya, Kepala Seksi Lingkungan Fisik Kimia BBTKLPP Yogyakarta, Tri Setyo Winaryanto, S.T., M.Sc., memberikan overview pengendalian risiko lingkungan air dan beberapa contoh aplikasi di lapangan. Sebagai penutup, dr. Chandra menekankan kembali pentingnya manajemen dan analisa data, serta menyampaikan agar tenaga kesehatan yang sudah hadir mencoba untuk mempraktekkan ilmu manajemen dan analisa data menggunakan data masing-masing puskesmas. Selain melakukan evaluasi dan memberikan materi, BBTKLPP Yogyakarta melakukan pula koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang terkait kegiatan tahun 2019 yang akan diadakan di Kabupaten Rembang oleh BBTKLPP Yogyakarta.