Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Percepatan Eliminasi Malaria di Wilayah Jawa, Swiss Belboutique Yogyakarta, 29 Januari s.d 1 Februari 2019


Dalam rangka percepatan eliminasi malaria di Wilayah pulau Jawa, mulai tanggal 29 Januari sampai dengan tanggal 1 Pebruari 2019 bertempat di Hotel Swissbell Belboutique Yogyakarta diselengagarakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Percepatan Eliminasi Malaria Wilayah Jawa. Pertemuan yang melibatkan peserta yang berasal dari 4 Provinsi wilayah Jawa, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur serta 12 Kabupaten yang berjuang mewujudkan eliminasi malaria sebelum tahun 2023, BBTKLPP dan subdit Malaria  dibuka secara resmi oleh Direktur P2PTVZ Ditjen P2P kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. Dalam sambutannya Direktur P2PTVZ berharap bahwa eliminasi malaria di wilayah Pulau Jawa bisa diwujudkan pada tahun 2023 dengan lebih mengoptimalkan koordinasi perencanaan upaya pengendalian malaria terpadu yang disusun dan dilaksanakan secara bersama dengan melibatkan berbagai instansi dan institusi yang ada di masing-masing wilayah termasuk Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan di Daerah.


Kegiatan pertemuan ini secara terstruktur di awali dengan pemberian materi terkait dengan : Kebijakan malaria dalam menuju eliminasi malaria oleh Direktur P2PTVZ, Upaya Percepatan Eliminasi dan Rekomendasi Kegiatan di Wilayah Menoreh oleh Kepala B/BTKLPP Yogyakarta (DR.dr. Irene, MKM), Presentasi dari Kemendes tentang Pemanfaatan Dana Desa Untuk Pengendalian Malaria, Paparan Evaluasi Pengendalian Malaria di 12 Kabupaten/Kota oleh Kasubdit Malaria, Persiapan Eliminasi Regional WHO oleh WHO Perwakilan Indonesia, Lesson learn penanggulangan Malaria di Kab. Banjar Negara oleh JMD dan aparat desa, Analisis Bionomik Vektor Malaria hasil Rikhus Vektora dan Rekomendasi oleh BPPRV Salatiga,  Analisis Bionomik Vektor Malaria oleh Litbangkes Banjar Negara dan Pangandaran dan Analisis Hasil Assassment Wilayah Menoreh oleh Konsultan WHO. Pada bagian akhir pertemuan diisi dengan kegiatan diskusi dan presentasi hasil penyusunan ROK kegiatan Percepatan Eliminasi Malaria tahun 2019 di 12 Kabupaten/Kota Wilayah Pulau Jawa menuju eliminasi 2023.