Kegiatan Analisis Dampak Faktor Risiko Penyakit Bawaan Melalui Air Minum PAMMASKARTA Kabupaten Kulon Progo Tahun 2019


Menindaklanjuti pertemuan koordinasi rencana Kegiatan Analisis Dampak Faktor Risiko Penyakit Bawaan Melalui Air Minum Pammaskarta di Kabupaten Kulon Progo pada tanggal 6 Maret 2019, maka pada tanggal 18, 20, 22 dan 26 Maret 2019 dilaksanakan pengambilan data lingkungan di desa yang telah disepakati. Petugas BBTKLPP Yogyakarta terdiri dari lima orang, yaitu satu orang petugas supervisi, satu orang petugas monev RPAM, satu orang sanitarian yang bertugas melaksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) sumber air dan wawancara pada konsumen, serta dua orang petugas laboratorium (biologi dan kimia) yang bertugas melakukan pengambilan sampel.

Dalam melaksanakan tugas ke wilayah didampingi oleh satu orang petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan satu orang petugas Puskesmas sesuai lokasi Pammaskarta. Pada sumber air/mata air dan reservoar dilakukan IKL dan pengambilan sampel. Sedangkan untuk titik lokasi distribusi terdekat, tengah dan jauh pada komsumen pemakai air dilakukan pengambilan sampel disalah satu rumah dan wawancara di lingkungan sekitar sebanyak 5 konsumen, kemudian sampel yang diambil dibawa ke laboratorium BBTKLPP Yogyakarta untuk diuji. Pengambilan data lingkungan hari pertama, tanggal 18 Maret 2019 di Desa Karangsari Kecamatan Pengasih dengan didampingi oleh dua orang pengurus dari kelompok pammaskarta Tirto Sendang Mudal. Pengambilan data lingkungan hari kedua, tanggal 20 Maret 2019 di Desa Donomulyo, Kecamatan Nanggulan dengan didampingi oleh dua orang pengurus dari kelompok pammaskarta Sindu Wening. Pengambilan data lingkungan hari ketiga, tanggal 22 Maret 2019 di Desa Grebosari Kecamatan Samigaluh dengan didampingi oleh tiga orang pengurus dari kelompok pammaskarta Tirto Manunggal.

Pengambilan data lingkungan hari keempat, tanggal 26 Maret 2019 di Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh dengan didampingi oleh tiga orang pengurus dari kelompok pammaskarta Warih Sumber Mulyo. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan semua desa yang dijadikan sampel menyambut dengan baik kegiatan ini. Setelah pengambilan data lingkungan, selanjutnya akan diadakan sosialisasi hasil kegiatan. Dengan harapan hasilnya nanti dapat digunakan sebagai masukan bagi desa terkait dan sebagai dasar Dinas Kesehatan Kabupaten atau Puskesmas untuk melakukan pembinaan dan perbaikan dalam peningkatan kualitas air dan lingkungan.