Persiapan Kegiatan Surveilans Faktor Risiko dalam Arus Mudik di Kota Yogyakarta Tahun 2019


Pada tanggal 4 April 2019 tim kajian BBTKLPP Yogyakarta melaksanakan persiapan kegiatan Surveilans Faktor Risiko dalam Arus Mudik di Kota Yogyakarta. Persiapan dilakukan dengan koordinasi ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Kantor Kesehatan Stasiun Daop 6 Yogyakarta dan Kantor Pelayanan Terminal Giwangan. 

Di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tim BBTKLPP Yogyakarta yg terdiri dari tiga orang yaitu Kepala Seksi Lingkungan Fisik Kimia Tri Setyo Winaryanto, S.T, M.Sc dan dua orang sanitarian yaitu Sri Ningsih, S.ST., M.T. dan Atikah Mulyawati, S.K.M. ditemui oleh Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja  Eni Dwiniarsih, S.T., M.M. dan staf Adhi Luhung Prakoso. 

Dalam koordinasi ini ditentukan lokasi kegiatan di Stasiun Lempuyangan dan Terminal Giwangan. Kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Pengambilan Sampel makanan/minuman, air bersih, usap tangan, usap alat makan masing-masing di lima warung makan yang ada di terminal dan stasiun serta restorasi di dalam kereta api. Rencana pelaksanaan pengambilan sampel di Stasiun Lempuyangan tanggal 15 April 2019 dan di Terminal Giwangan tanggal 16 April 2019.

Untuk tahun ini tidak ada peningkatan TTU seperti tahun lalu, sedangkan diseminasi hasil tetap ada dan akan dilaksanakan kurang lebih satu minggu sebelum terjadi arus mudik. Koordinasi di Stasiun Lempuyangan bertempat di Kantor Kesehatan Stasiun Daop 6 Yogyakarta. Tim BBTKLPP Yogyakarta ditemui oleh Manajer Kesehatan Daop 6 Yogyakarta dr. Christoffel dan staf Supardi. Kedatangan tim kajian dari BBTKLPP Yogyakarta disambut baik dari pihak stasiun dan mendukung pelaksanaan kegiatan pada tanggal 15 April 2019 di Stasiun Lempuyangan.
Sedangkang koordinasi di Terminal Giwangan tim BBTKLPP Yogyakarta ditemui oleh Pengelola Administrasi Aji Fajar dan  Petugas Pelayanan Evak Nurwakhid, A.Md. Pihak terminal juga menyetujui untuk pelaksanaan kegiatan tanggal 16 April 2019. Warung makan yang akan diambil sampelnya direncanakan dua warung makan di Blok M1, satu warung makan di Blok R, satu warung makan di Blok G 1/2, dan satu warung makan di Blok M2.

Diharapkan hasil kajian nantinya dapat digunakan sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan dalam pembinaan dan pengawasan  dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan makanan pada pedagang di Stasiun Lempuyangan dan Terminal Giwangan sehingga risiko KLB dalam arus mudik tidak terjadi.