Workshop Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) KEMENPAN-RB Tahun 2019


Dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 5 Tahun 2019 tentang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD dan dalam rangka mewujudkan kualitas pelayanan yang berkualitas di lingkungan Kementerian Kesehatan, maka Biro Komunikasi  dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI melaksanakan Workshop Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kemenpan RB Tahun 2019 pada tanggal 10-12 April 2019 di Gran Melia Hotel, Jl. H.R. Rasuna Said No. Kav X-0, Setia Budi, Jakarta Selatan.
Pertemuan dihadiri oleh peserta dari 42 (empat puluh dua) instansi di bawah Kementerian Kesehatan. Peserta dari BBTKLPP Yogyakarta diwakili oleh Dina Juli Retnaningsih, ST. Acara dibuka dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh kepala  Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, drg. Widyawati, M.K.M. Dalam sambutannya, drg. Widyawati, MKM menyampaikan tentang pentingnya pelayanan publik, salah satu kunci sukses dari keberhasilan dalam meningkatkan pelayanan adalah dengan berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan pelanggan, dengan cara memberikan pelayanan yang memuaskan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi-inovasi dalam pelayanan publik ini. Diharapkan semua satker dapat mendaftarkan inovasi sebanyak-banyaknya, disampaikan ke dalam kalimat yang ringkas dan jelas. Proposal disubmit paling lambat tanggal 16 April 2019.

Selanjutnya disampaikan materi Reformasi Birokrasi oleh Bapak Busroni SIP. Tujuan dari reformasi birokrasi adalah birokrasi bersih dari KKN, akuntabel & berkinerja, dan pelayanan publik prima. Reformasi birokrasi meliputi 4 komponen yaitu:

  1. SDM yang kompeten dan kompetitif, 
  2. Pemerintah yang efektif dan efisien, 
  3. Berbasis IT dan
  4. Pemerintahan partisipatif dan melayani.

Sesi berikutnya yaitu penjelasan tata cara input proposal Sinovik Kemenpan RB dilanjutkan input proposal yang didampingi Prawito SKM, MM. dan Pak Iwan. Semua peserta melakukan input proposal untuk inovasi yang sudah diterapkan di satker masing-masing minimal 1 tahun dari batas waktu pemasukan proposal ke aplikasi Sinovik Kemenpan RB. Harapan dari workshop ini, akan semakin banyak inovasi dalam pelayanan publik dan semakin banyak pula inovasi yang didaftarkan pada kompetisi Sinovik Kemenpan RB dan semakin banyak yang menjadi pemenang dari Kementerian Kesehatan.