Konsultasi Pengkayaan Referensi untuk penguatan Tim Teknis dalam pendampingan Perencanaan Tahap II pembangunan Gedung Pelayanan dan Area Parkir BBTKLPP Yogyakarta


Dalam rangka penyempurnaan Dokumen Perencanaan Pembangunan Gedung Pelayanan dan Area Parkir BBTKLPP Yogyakarta dilakukan Pengkayaan ke  BPSDM Provinsi Sumatera Utara, Jln. Ngalengko No 1, Perintis Medan Timur, Kota Medan Sumatera Utara 20236. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala BBTKL PP Yogyakarta, DR. dr. Irene, MKM, Kabag TU/PPK Dian Trikoriati, ST, MPH, dan Pejabat Penandatanganan SPM, Sayekti Udi Utama, SKM, MPH bersama Tim Teknis dan Tim Perencana.

Pada kegiatan ini Tim diterima oleh Sekretaris Badan Peningkatan SDM Provinsi Sumatera Utara didampingi pejabat struktural terkait dan konsultan perencana dan pelaksana Gedung Pelatihan BPSDM Prov. Sumut.

Lokus kegiatan adalah salah satu Instansi pemerintah di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang sedang membangun gedung pelayanan baru pada tahun 2018 dengan konstruksi yang hampir sama dengan yang direncanakan BBTKLPP Yogyakarta, yaitu bangunan Tidak sederhana berlantai V dengan kondisi daerah juga merupakan daerah yang sering ada ancaman kegempaan.

Hal-hal yang perlu mendapatkan pencermatan dalam perencanaan gedung tidak sederhana adalah :

  1. Estimasi waktu pelaksanaan dengan memperhitungkan umur kekuatan beton untuk konstruksi 5 lantai.
  2. Pembentukan tim pendamping dalam mengawal pelaksanaan pembangunan baik dari internal instansi maupun eksternal instansi seperti PU, Kejaksaan maupun APIP.
  3. Expose progres kegiatan harus secara rutin dilaksanakan untuk mendapatkan masukan dari pihak luar terkait.
  4. Sebelum pelaksanaan gedung dilaksanakan seluruh dokumen terkait perijinan seperti IMB dan dokumen rencana kelola lingkungan harus sudah dipersiapkan.
  5. Dalam perencanaan bangunan gedung pelayanan harus dipertimbangkan aksesbilitas dalam pelayanan maupun bila terjadi kegawat daruratan.
  6. Dalam perencanaan harus sudah dipertimbangkan dan diproyeksikan kecukupan luas dan fungsi bangunan untuk menampung kegiatan masa depan.
  7. Dalam perencanaan lantai 4 ke atas dipertimbangkan penggunaaan alat bantu dalam pelaksanaan proyek yang akan dikerjakan.
  8. Dipertimbangkan mekanisme CCO terkait dengan adanya perubahan pelaksanaan pekerjaan dibandingkan dengan perencanaan yang ada saat ini.