Eliminate Dengue Project (EDP), Yogjakarta 18 April 2019


Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi persoalan yang menyulitkan pemerintah Indonesia karena tingginya angka jumlah terinfeksi. Diperkirakan 390 juta orang terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) di seluruh dunia. Untuk wilayah Asia Pasifik, hampir 75% penderitanya berada di wilayah ASEAN.

Fakultas Kedokteran (FK) UGM telah mengembangkan sejumlah riset pengendalian DBD, yaitu melalui Eliminate Dengue Project (EDP) dan International Reserach Consortium on Dengue Risk Assesment, Management and Surveillance (IDAMS).

Seiring dengan perkembangan zaman, banyak penelitian yang mencari tahu bagaimana menanggulangi masalah penyakit Demam Berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

TIM UGM melaksanakan sebuah penelitian yang diberi nama Eleminate Dengue Program pertama kali diteliti di Negara Australia.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang saat ini belum ditemukan cara mengatasinya, diharapkan untuk melakukan tindakan pertama dalam pencegahannya yang sudah disosialisasikan kepada masyarakat melalui sebuah iklan di televisi terutama dalam melakukan 3M yaitu: pertama dengan cara menguras bak mandi setiap seminggu sekali, kedua dengan menutup air yang ditimbun, baik dengan menggunakan gentong, ember dan lainnya dan terakhir dengan cara mengubur sampah-sampah yang dapat menimbulkan timbunan air sehingga nyamuk tidak dapat bersarang dan bertelur mengeluarkan jentik larva

Menggunakan sebuah bakteri vaksin Wolbachia yang tidak berbahaya, bakteri ini berfungsi dalam melemahkan Virus Dengue yang ada dalam nyamuk Aedes Aegypti, dengan menyuntikkan dan mengolaborasikan pada nyamuk, sehingga nyamuk yang memiliki virus Dengue akan melemah dengan bakteri Wolbachia. Hal ini diharpkan akan menjadi sebuah solusi terhadap timbulnya penyakit demam berdarah yang ada di Indonesia.

Wolbachia merupakan salah satu bakteri alami yang terdapat pada hewan serangga sebagai parasit yang berfungsi mampu menghambat virus dengue dan melemahkan virus dengue sehingga tidak dapat ditularkan kepada manusia, penelitian dari Yayasan Tahija Universitas Monash, Australia dalam menyebarkan Nyamuk Aedes ber-Wolbachia di Dunia.

Penyebaran Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia termasuk Indonesia yang sudah proses penyebaran di Kota Yogyakarta dan dilaksanakan melalui Kerjasama Fakultas Kedokteran UGM dengan Yayasan di Australia.

Semoga penelitian ini memberikan sumbangsih dalam menanggulangi DBD di Indonesia, tentunya dengan tetap memperhatikan benar-benar Etika Penelitian yang menjadi bagian penting dari riset modern, terutama ketika riset yang dilakukan menempatkan manusia sebagai subjek penelitian.