Presentasi DED Perencanaan Tahap II pembangunan Gedung Pelayanan dan Area Parkir BBTKLPP Yogyakarta, 18 April 2019


Detail Engineering Design (DED) adalah gambar kerja detail dengan skala (perbandingan). Dalam Pekerjaan Konstruksi dapat diartikan sebagai produk dari konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan (gambar kerja) detail bangunan sipil seperti gedung, kolam renang, jalan, jembatan, bendungan, dan pekerjaan konstruksi lainnya.

Detail Engineering Design (DED) bisa berupa gambar detail namun dapat dibuat lebih lengkap yang terdiri dari beberapa komponen seperti gambar detail bangunan/gambar bestek, yaitu gambar desain bangunan yang dibuat lengkap untuk konstruksi yang akan dikerjakan, Engineer's Estimate (EE) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB), Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), laporan akhir tahap perencanaan, meliputi laporan arsitektur, laporan perhitungan struktur termasuk laporan penyelidikan tanah (Soil Test), laporan perhitungan mekanikal dan elektrikal dan laporan perhitungan IT (Informasi & Teknologi).

Gambar detail bangunan atau bestek bisa terdiri dari gambar rencana teknis. Gambar rencana teknis ini meliputi arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal, serta tata lingkungan. Semakin baik dan lengkap gambar akan mempermudah proses pekerjaan dan mempercepat dalam penyelesaian pekerjaan konstruksi.

Rencana Anggaran Biaya atau RAB adalah perhitungan keseluruhan harga dari volume masing-masing satuan pekerjaan. RAB dibuat berdasarkan gambar. Kemudian dapat dibuat juga Daftar Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) serta spesifikasi dan harga. Susunan dari RAB nantinya akan direview, perhitungannya dikoreksi dan diupdate harganya disesuaikan dengan harga pasar sehingga dapat menjadi Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini mencakup persyaratan mutu dan kuantitas material bangunan, dimensi material bangunan, prosedur pemasangan material dan persyaratan-persyaratan lain yang wajib dipenuhi oleh penyedia pekerjaan konstruksi. RKS kemudian menjadi syarat yang harus dipenuhi penyedia sehingga dapat dimasukan ke dalam Standar Dokumen Pengadaan (SDP).

Mengawali pembangunan Tahap II Gedung Pelayanan da Area Parkir BBTKL PP Yogyakarta adalah menyusun sebum DED dan pada kesempatan ini Dirjen P2P, dr. Anung Sugihantono, M.Kes sebagai Unit Utama yang membawahi BBTKL PP Yogyakarta berkesempatan memberikan masukan untuk pembangunan Gedung BBTKL PP Yogyakarta.

Setelah dilakukan presentasi dan diskusi acara dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Lokasi Pembangunan Gedung, oleh Kepala BBTKL PP Yogyakarta DR. dr. Irene, MKM beserta tim, Kabag Pegum Sesditjen P2P, drg. Resi Arisaandi, MH dan Kabag Keuangan dan BMN, Drs. Warmo Sudrajat, M.Kes, MH.

Semoga Amanah dan pelaksanaan pembangunan gedung dapat berjalan sesuai dengan harapan.