Presentasi Akhir DED Perencanaan Tahap II pembangunan Gedung Pelayanan dan Area Parkir BBTKLPP Yogyakarta, 6 Mei 2019


Detail Engineering Design (DED) adalah gambar kerja detail dengan skala (perbandingan). Dalam Pekerjaan Konstruksi dapat diartikan sebagai produk dari konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan (gambar kerja) detail bangunan sipil seperti gedung, kolam renang, jalan, jembatan, bendungan, dan pekerjaan konstruksi lainnya.

Detail Engineering Design (DED) bisa berupa gambar detail namun dapat dibuat lebih lengkap yang terdiri dari beberapa komponen seperti gambar detail bangunan/gambar bestek, yaitu gambar desain bangunan yang dibuat lengkap untuk konstruksi yang akan dikerjakan, Engineer's Estimate (EE) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB), Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), laporan akhir tahap perencanaan, meliputi laporan arsitektur, laporan perhitungan struktur termasuk laporan penyelidikan tanah (Soil Test), laporan perhitungan mekanikal dan elektrikal dan laporan perhitungan IT (Informasi & Teknologi).

Pada hari Senin 6 Mei 2019 dilaksanakan Presentasi Akhir DED Perencanaan Tahap II pembangunan Gedung Pelayanan dan Area Parkir BBTKLPP Yogyakarta. Acara langsung dibuka oleh Kepala BBTKL/PP Yogyakarta DR. dr. Irene, MKM, dihadiri oleh PT Kala Prana sebagai penyusun DED, tim BBTKL PP Yogyakarta, PTK, Tim Teknis dari Dinas PU Provinsi DIY dan Kabuapten Bantul, dan Tim TP4D yang mendampingi Tahap II pembangunan Gedung Pelayanan dan Area Parkir BBTKLPP Yogyakarta sejak dari proses perencanaan.

Setelah DED ini selesai akan dilanjutkan pada Tahap Pengadaan/Pelelangan (Procurement/Tender). Tujuan dari tahap ini adalah untuk menunjuk Kontraktor sebagai pelaksanan atau sejumlah kontraktor sebagai sub-kontraktor yang melaksanakan konstruksi di lapangan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah

PRAKUALIFIKASI yang meliputi pemeriksaan sumber daya keuangan, manajerial dan fisik kontraktor yang potensial, dan pengalamannya pada proyek serupa, serta integritras perusahaan. Untuk proyek-proyek milik emerintah, Kontraktor yang memenuhi persyaratan biasanya dimasukkan ke dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) dan DOKUMEN KONTRAK, sebagai dokumen legal yang menguraikan tugas dan tangjung jawab pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Dokumen kontrak akan ada setelah terjadi ikatan kerjasama antara dua pihak atau lebih. Sebelum hal itu terjadi terdapat proses pengadaan atau proses pelelangan dimana diperlukan Dokumen lelang atau dokumen tender.