Kegiatan Deteksi Dini dan Respon KKM Terintegrasi dengan Pintu Masuk Negara di Kabupaten Wonogiri, Jateng


Kajian dilaksanakan di Kabupaten Wonogiri, data yang dikumpulkan merupakan data faktor risiko dari kejadian yang berpotensi menimbulkan KKM, terutama yang berkaitan dengan penyakit menular. Data faktor risiko dikumpulkan dari instansi-instansi pemerintah terkait yaitu Kantor Kementrian Agama Kabupaten, KKP, Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Data diolah secara deskriptif untuk menghasilkan pemetaan. Selanjutnya dilakukan penilaian terhadap kemungkinan kejadian / probabilitas dan besaran dampak (kerugian/kerusakan yang ditimbulkan) untuk menentukan satu bahaya/kejadian prioritas. Kegiatan terdiri atas dua tahap, yaitu penyusunan instrumen KKM dan pendataan dan penilaian faktor risiko KKM. Pertemuan pendataan dan penilaian FR KKM dilaksanakan pada tanggal 16 April dan 3 Juli 2016, sedangkan workshop penyusunan instrumen dan draft pedoman penanggulangan KKM dilaksanakan pada tanggal 16-18 Desember 2015 di Kota Surakarta.

Berdasarkan analisa data dari instansi terkait, penyakit endemis yang berpotensi berkembang menjadi KKM di Kab. Wonogiri adalah flu burung, leptospirosis, dan Demam Berdarah Dengue (DBD), sedangkan penyakit dari luar yang menjadi ancaman adalah MERS-CoV. Faktor risiko utama dari flu burung adalah terjadinya kasus pada manusia, peredaran virus flu burung di populasi unggas, dan kepadatan populasi unggas di masyarakat. Sedangkan faktor risiko utama MERS-CoV adalah mobilitas penduduk dari dan keluar negeri, terutama ke negara-negara yang telah terjangkit MERS-CoV, baik sebagai jama'ah haji atau umroh, atau sebagai tenaga kerja. Kesiapsiagaan terhadap penyakit yang berpotensi KKM tersebut tertuang dalam draft Pedoman Penanggulangan KKM Kabupaten Wonogiri.

Ket : Jika memerlukan dokumen full version dapat mengirim permintaaan dokumen ke email : info@btkljogja.or.id