Peringatan Hari Malaria Sedunia 2019 di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar


Acara diawali dengan penyampaian Laporan Pelaksanaan oleh Direktur Jendral P2P Kemenkes, dr. Anung Sugihantono, M.Kes. mengatakan, peringatan Hari Malaria Sedunia jatuh pada 25 April. Tahun ini peringatan Hari Malaria Sedunia dilaksanakan di Bali karena Bali telah mencapai eliminasi malaria. Meski demikian, Provinsi Bali tetap berjalan melakukan upaya pemeliharaan status eliminasi. Diharapkan Bali dan Provinsi lain terus menginspirasi provinsi lainnya yang belum eliminasi malaria agar terus berupaya melakukan eliminasi malaria.

Sejarah hari ini, setiap tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia. Pada peringatan Hari Malaria Sedunia 2019 yang jatuh pada hari ini, organisasi kesehatan dunia WHO mengusung tema "Zero Malaria Starts with Me" yang berarti "Nol Malaria Dimulai dari Saya". Setelah lebih dari satu dekade perang terhadap penyakit malaria, saat ini justru tidak terlihat kemajuan dalam menekan jumlah kematian akibat malaria.

Dari 514 kabupaten/ kota dari 34 provinsi, 285 kabupaten/kota dari 29 provinsi telah mencapai eliminasi malaria. Indonesia memiliki tantangan besar untuk eliminasi malaria karena masih ada lima provinsi yang belum eliminasi malaria yaitu, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan NTT, belum ada satupun kotanya yang eliminasi kasus malaria.

Selanjutnya disampaikan sambutan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan sertifikasi ini merupakan salah satu komitmen global agar bebas malaria. Tjahjo menyebut saat ini ada 225 kabupaten/kota dari total 514 kab/kota se-Indonesia yang telah mendapatkan sertifikasi bebas malaria.

Ini adalah sebagai bagian komitmen global untuk mengeliminasi malaria, kami mengapresiasi bahwa 10 tahun belakangan ini berdasarkan data Kemenkes 225 kabupaten/kota telah mendapatkan sertifikasi eliminasi malaria. Tentunya kepada kepala daerah yang berhasil mencapai penghargaan tersebut harus mampu berupaya untuk mempertahankan prestasi tersebut sehingga kasus malaria tidak ditemukan kembali.

Mendagri juga menyampaikan bahw, saat ini sudah karena ada 514 kabupaten/kota 34 provinsi dan hingga saat ini usulan daerah otonom baru per hari ini 314. Bayangkan kalau ditambah 314 hampir seribu, tapi saya cut sementara tidak ada.

Mendagri meminta komitmen para kepala daerah agar serius mengeliminasi malaria hingga ke daerah-daerah pelosok. Salah satu yang diapresiasi Tjahjo adalah Provinsi Sumatera Selatan yang telah memasukkan eliminasi malaria dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2012-2020.

Langkah konkret seluruh provinsi dan kabupaten/kota saya kira target RPJMD harus dimasukkan dalam target peta eliminasi malaria. Ini merupakan langkah konkrit berperan aktif sebagai fungsi pembinaan dan pengawasan bagi pemerintah kabupaten/kota. Mendagri berharap para gubernur khususnya, karena kewenangan gubernur sebelum ke Mendagri juga memperhatikan isu-isu strategis nasional khususnya di provinsi untuk dapat menjadi pedoman.

Sejumlah kepala daerah dari Aceh hingga Toli-Toli hadir dalam acara ini. Dalam acara ini Menkes Nila F Moeloek dan Mendagri Tjahjo Kumolo menyerahkan sertifikasi eliminasi malaria ke 11 kabupaten/kota terpilih dari 7 provinsi yang mendapatkan sertifikat tersebut. Sejumlah daerah ini adalah Aceh Barat, Bungo Jambi, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Luhu Timur, Lampung Barat, Cilacap, Kebumen, Toli – toli Sulawesi Tengah.

Melalui tema nasional Bebas Malaria Prestasi Bangsa, targetnya tahun 2030, Indonesia bebas malaria. Pada hari itu juga dilakukan kick off assesment tingkat regional Jawa Bali dalam penandatangan komitmen eliminasi malaria. Pembacaan dilakukan Gubernur Bali, Wayan Koster.

Selain itu juga ada penandatanganan komitmen bebas malaria 2023 oleh para kepala daerah di Jawa dan Bali yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wagub Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X, Wagub Jawa Timur Emil Dardak, dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Selain itu juga dilakukan pembacaaan dan penandatanganan komitmen bupati dan walikota penerima sertifikasi eliminasi malaria.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak berdialog dengan peserta. Kegiatan tersebut membahas target eliminasi malaria di Indonesia tahun 2030 yang dibagi menjadi lima kawasan, dimana Jawa dan Bali merupakan kawasan verifikasi eleminasi pertama yang ditargetkan oleh WHO pada tahun 2023.

Menteri Kesehatan menyebut acara ini sebagai salah satu peringatan hari malaria sedunia 2019 dan mengingatkan agar para kepala daerah bisa menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan.