Kegiatan Deteksi Dini dan Respon KKM Terintegrasi dengan Pintu Masuk Negara di Kabupaten Bantul, DIY


Kajian dilaksanakan di Kabupaten Bantul, data yang dikumpulkan merupakan data faktor risiko dari kejadian yang berpotensi menimbulkan KKM, terutama yang berkaitan dengan penyakit menular. Data faktor risiko dikumpulkan dari instansi pemerintah terkait yaitu Kantor Kementrian Agama Kabupaten, KKP, Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Data diolah secara deskriptif untuk menghasilkan pemetaan. Selanjutnya dilakukan penilaian terhadap kemungkinan kejadian / probabilitas dan besaran dampak (kerugian / kerusakan yang ditimbulkan) untuk menentukan satu bahaya / kejadian prioritas. Kegiatan terdiri atas dua tahap, yaitu penyusunan instrumen KKM dan pendataan dan penilaian faktor risiko KKM. Pertemuan pendataan dan penilaian FR KKM dilaksanakan pada tanggal 06 Oktober 2015 di BBTKLPP Yogyakarta, dan Workshop penyusunan instrumen KKM dan draft penanggulangan KKM dilaksanakan pada tanggal 16-18 Desember 2015 di Kota Surakarta.

Berdasarkan analisis data, penyakit yang berpotensi menimbulkan KKM yaitu flu burung, DBD, leptospirosis sebagai penyakit lokal, dan MERS-CoV sebagai ancaman dari luar. Kesiapsiagaan terhadap kedaruratan kesehatan masyarakat di daerah diwujudkan dengan penyusunan Draft Pedoman Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Faktor risiko yang utama adalah kasus AI di populasi unggas, kepadatan populasi unggas, dan migrasi penduduk dari dan keluar negeri terutama yang berkaitan dengan jama'ah haji dan umroh dan ketenagakerjaan.

Ket : Jika memerlukan dokumen full version dapat mengirim permintaaan dokumen ke email : info@btkljogja.or.id