Pertemuan Koordinasi Penguatan Surveilans JE di DIY Tahun 2019


Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit yang mematikan dan dapat menyebabkan cacat permanen. Penyakit JE terjadi akibat infeksi Virus JE dari genus Flavivirus yang menyerang susunan saraf pusat. Virus ini berhubungan dengan Virus Dengue, Virus Yellow fever, dan Virus West Nile. Virus JE ditularkan melalui gigitan nyamuk (mosquito borne viral disease), terutama oleh nyamuk Culex  tritaeniorhynchus. Yang berfungsi sebagai amplifier host (host tempat agen infeksius berkembang menjadi banyak secara cepat) adalah babi dan hewan besar lainnya, serta burung yang hidup di rawa-rawa. 

Sebagai tindak lanjut pertemuan rencana perluasan cakupan surveilans JE di D.I. Yogyakarta yang dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2019 di Dinas Kesehatan D.I. Yogyakarta, pada tanggal 17 Juni 2019 di Hotel Harper Yogyakarta, Sub Direktorat Arboviroses Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2PTVZ) menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Penguatan Surveilans JE di DIY antara Subdit Arbovirosis  Direktorat P2PTVZ, Dinas Kesehatan DIY, dinas kesehatan lima kabupaten/kota di DIY, BBTKLPP Yogyakarta, RSUP dr. Sardjito, dan 12 rumah sakit daerah dan rumah sakit swasta di DIY.  Pertemuan dibuka oleh Kepala Bidang P2P Dinkes DIY (drh. Berty Murtiningsih, M.Kes.). Setelah itu, dilanjutkan paparan tentang Kebijakan Nasional Pengendalian Arbovirosis oleh Kepala Sub Direktorat Arbovirosis (dr. Guntur Argana, M.Kes.) dan paparan tentang Dukungan BBTKLPP Yogyakarta dalam Pengendalian JE di Provinsi Jawa Tengah dan DIY oleh Kepala BBTKLPP Yogyakarta (Dr. dr. Irene, M.K.M.). Setelah diskusi, acara dilanjutkan dengan sesi berikutnya yaitu paparan tentang Tanda, Gejala, dan Tata Laksana JE oleh Prof. Dr. dr. Elizabeth Siti Herini, Sp.A.(K). dan tentang Situasi JE di DIY dan Rencana Pengembangan Surveilans JE oleh Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Dinkes DIY (Trisno  Agung Wibowo, S.K.M., M.Kes.).  Setelah istirahat, acara dilanjutkan dengan penjelasan tentang Cara Pengambilan, Penyimpanan, dan Transportasi Spesimen oleh tim BBTKLPP Yogyakarta, lalu diskusi dan penandatangan kesepakatan rencana tindak lanjut penguatan surveilans JE.   Disepakati bahwa pada tahun 2019, rumah sakit daerah/swasta yang menjadi sentinel pengembangan surveilans JE di DIY dapat mulai mengambil spesimen dari pasien dengan suspek JE dengan logistik yang ada di RS, lalu menyimpan dan menyiapkan transportasi spesimen ke BBTKLPP Yogyakarta. Spesimen yang sudah siap dibawa ke BBTKLPP Yogyakarta akan diambil oleh petugas puskesmas atau dinas kesehatan kabupaten/kota atau Dinas Kesehatan DIY untuk dibawa ke BBTKLPP Yogyakarta. Setiap ada empat spesimen terkumpul, BBTKLPP Yogyakarta akan melakukan pengujian laboratorium dan melaporkan hasil pengujian spesimen tersebut.