Rakordit Paripurna Ditjen P2P, Ruang Rapat 503 Kemenkes RI Jakarta


BBTKL PP Yogyakarta sebagai salah satu Ditjen P2P hadir mengikuti Kegiatan Rakordit Paripurna, yang dihadiri langsung oleh Kepala BBTKL PP Yogyakarta, DR. dr. Irene, MKM.

Acara diawali dengan Penandatanganan GNSTA (Gerakan Nasional Sadar dan Tertib Arsip) yang di tandatangani secara simbolis oleh 7 Perwakilan UPT P2P yaitu KKP Kelas 1 Soeta, KKP Kelas 2, KKP Kelas 3 dan KKP Kelas 4 Jogjakarta, BBTKL PP Jakarta dan BTKL PP Batam dan selanjutnya diikuti oleh semua kepala UPT.

Acara dilanjutkan dengan pelepasan PPIH dan TKHI dari Ditjen P2P Kemenkes RI.

Selanjutnya disampaikan arahan oleh Kepala Biro Umum, dr. Desak Made Wismarini, MKM, bahwa berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, Peraturan Pemerintah Nomor Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, Peraturan Kepala ANRI Nomor 7 Tahun 2017 tentang Gerakan Nasional Sadar Arsip dan diperkuat dengan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/231/2017 tentang Pengelolaan Kearsipan pada Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Teknis Pusat di Lingkungan Kementerian Kesehatan, maka semua UPT harus juga melaksanakan GNSTA ini. Kepala Biro Umum Setjen Kemenkes menjelaskan kepada seluruh audiens/peserta rapat, bahwa salah satu tugas dan fungsi dari Biro Umum adalah sebagai Pembina Kearsipan di lingkungan Kementerian Kesehatan, strategi apa yang harus dilakukan oleh masing-masing satuan kerja dalam keberhasilan menata kelola arsip agar dapat lebih tertib dan mudah untuk dicari kembali pada saat dibutuhkan.

Bapak Dirjen P2P dr. Anung Sugihantono, M.Kes menyampaikan bahwa Ditjen P2P sangat berkomitmen mensukseskan GNSTA, pengelolaan arsip yang tidak benar bisa mengakibatkan kita berurusan dengan hukum. Untuk itu dalam rangka mensukseskan GNSTA, pada hari ini Sekua UTP/Satker Ditien P2P ikut menandatangani komitmen Pencanangan GNSTA san dilanjutkan dengan sosialisasi selama 2 (dua) hari di Bogor.

Acara dilanjutkan dengan Presentasi dari Bapak Sesditjen P2P, dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA dengan judul Evaluasi Kegiatan UPT Ditjen P2P Semester I Tahun 2019 dan dilanjutkan dengan diskusi, beberapa hal yang disampaikan adalah Capaian Kinerja Direktorat dan UPT yang tertinggi dan terendah, Capaian Kinerja Bulan Mei 2019, Capaian Kinerja dibanding dengan Realisasi Anggaran, Konsep Perencanaan Penganggaran UPT Tahun 2020-2024, Perubahan Konsep Perencanaan Tusi UPT, melalui Kegiatan baru khusus UPT dan dukungan managemen serta Rancangan Pagi Indikatif Program P2P Tahun 2020.

Selanjutnya Dirjen P2P menyampaikan arahan dengan beberapa penekanan:

  1. Tahun 2019  Akhir periode RPJMN 2014 – 2019 beberapa Kinerja KEMENKES belum menggembirakan  khususnya berkaitan erat dengan Penyakit Tidak Menular (Perokok, Penderita Hipertensi dan Penderita DM).
  2. Kinerja Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit SEMESTER 1 Tahun 2019 masih diwarnai KLB (Polio, Demam Berdarah, Difteri, Rabies, Leptospirosis, Anthraks dan Keracunan Makanan);
  3. PENGELOLAAN KOMUNIKASI PUBLIK diwarnai dengan klarifikasi HOAX/HOAKS dan KERAGUAN PEJABAT untuk memberikan keterangan pers karena minimnya data dan informasi yang diterima serta SITUASI POLITIK Pilpres.
  4. PILPRES dan PEMILU SERENTAK terdapat POLARISASI SIKAP anggota institusi dan terbawa dalam institusi, kurang MEMAKNAI POSISI NETRAL BIROKRASI dalam ranah diskusi di ruang public.
  5. PELAYANAN PADA SITUASI KHUSUS lebaran 1440H/2019 terdapat perubahan modus perjalanan, pergerakan masyarakat yang dikaitkan dengan situasi politik.

Disampaikan juga juga beberapa hal terkait administrasi kegiatan dan penganggaran Tahun 2020.