Pengamatan faktor risiko dan sumber penular leptospirosis di Kabupaten Demak, Jateng


Kegiatan ini dilaksanakan oleh BBTKLPP Yogyakarta dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, dan Puskesmas Demak Kota. Subjek dalam kegiatan ini adalah penderita atau yang perneh menderita leptospirosis dan masyarakat yang tinggal disekitar penderita/yang pernah menderita yaitu sebanyak 50 orang. Rancangan kegiatan ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional study, yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran atau deskriptif karakteristik tentang faktor risiko lingkungan yang berpotensi sebagai penular leptospirosis, rodent (tikus) yang menjadi penular leptospirosis, perilaku masyarakat yang mendukung terjadinya penularan leptospirosis di Kecamatan Demak Kota Kabupaten Demak.

Dilakukan pengambilan spesimen di Desa Kali Cilik dan Desa Betokan, dengan melakukan memasang perangkap sebanyak 150 perangkap di masing-masing desa, observasi tentang kondisi perumahan yang berkaitan dengan keberadaan tikus dan pengamatan tempat-tempat yang terdapat tanda-tanda keberadaan tikus, penilaian faktor risiko perilaku responden, pengambilan sampel urine tikus, dan identifikasi dan pemusnahan tikus serta pemeriksaan urine tikus.

Pemasangan perangkap diperoleh 21 rumah (60%) terdapat tikus yang tertangkap dengan jumlah tikus sebanyak 58 tikus atau success trap sebesar 38,67%. Hasil pemasangan perangkap diperoleh 25 rumah (71,43%) terdapat tikus yang tertangkap, dengan jumlah tikus sebanyak  86  tikus atau success trap sebesar 57,33%. Kondisi dinding dapur, plafon dapur dan lantai dapur responden di Desa Kali Cilik dan Desa Betokan Kecamatan Demak Kota sangat mendukung keberadaan tikus di rumah responden. Kondisi lingkungan disekitar rumah responden yang berbatasan langsung dengan rawa-rawa sangat mendukung keberadaan tikus dan jenis tikus yang ada di sekitar rumah responden. Perilaku responden yang mempunyai kebiasaan membuang sampah dan limbah rumah tangganya di rawa-rawa yang ada di sekitar rumahnya sangat mendukung keberadaan tikus. Kondisi tikus yang tertangkap dari rumah responden, terdapat tikus yang mengandung bakteri leptospira pada urinenya, hal ini menunjukkan bahwa tikus yang ada di sekitar rumah responden berpotensi sebagai penular leptospirosis.

Ket : Jika memerlukan dokumen full version dapat mengirim permintaaan dokumen ke email : info@btkljogja.or.id