Survei penilaian microfilaria di Kabupaten Blora, Jateng


Data Dinas Kesehatan Kabupaten Blora tahun 2013, penderita filariasis sebanyak 1 orang, tahun 2014 tidak ada penderita filarisis, sedangkan tahun 2015 penderita filariasis sebanyak 1 orang kasus baru. Setiap kabupaten/kota yang mempunyai kasus kronis filariasis berkewajiban untuk melakukan Survei Darah Jari. Tujuan kegiata adalah menentukan status endemisitas kabupaten/kota melalui survei pemetaan atau baseline survey, menentukan apakah masih terjadi transmisi LF di masyarakat, untuk  mengetahui hubungan perilaku, pengetahuan dan lingkungan terhadap terjadinya penularan filariasis.

Kebiasaan responden yang tidur menggunakan kelambu sebanyak 73.3%, tidur malam menggunakan obat nyamuk 68.3%, memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang sebanyak 29.7% dan kebiasaan keluar rumah pada malam hari sebanyak 30.7%. Hal tersebut menunjukkan perilaku responden di Desa Medalem Kecamatan Kradenan sudah cukup bagus. Faktor risiko perilaku (p=0.463), pengetahuan (p=1.000) dan lingkungan (p=0.367) tidak ada hubungan yang bermakna dengan kejadian filariasis (p < 0,005). Dari 300 responden yang diperiksa survei darah jari tidak terdapat  positif mikrofilaria. Faktor perilaku, pengetahuan dan lingkungan tidak ada hubungan yang bermakna (p<0,005) dengan kejadian filariasis.

Ket : Jika memerlukan dokumen full version dapat mengirim permintaaan dokumen ke email : info@btkljogja.or.id