Kajian faktor risiko kejadian TB Kabupaten Bantul, DIY


Kajian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui gambaran besaran masalah kasus TB di pondok pesantren, mengetahui gambaran kondisi lingkungan pondok pesantren yang berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit TB, dan mengetahui gambaran perilaku penghuni pondok pesantren yang berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit TB, menilai hubungan karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan dan perilakunya terkait penyakit TB serta mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku responden  terkait penyakit TB.

Jenis kajian adalah observasional analitik dengan desain potong lintang. Kegiatan penemuan kasus baru TB pada penghuni pondok, pengukuran kualitas lingkungan yang berpotensi sebagai faktor risiko penularan TB, yaitu:, kelembaban, suhu, ventilasi, dan kepadatan penghuni, serta sanitasi dasar lingkungan pondok, yaitu: sarana air bersih, sarana pembuangan air limbah, dan sarana pembuangan sampah ini dilakukan di Ponpes Daarul Qur’an Samparan, Pandak, Kabupaten Bantul. Sebagai subjek kajian adalah para santri ponpes dan pengasuh sebanyak 20 orang sebagai sampel/responden.

Keberadaan kuman TB di sputum responden tersangka dan udara ruang adalah negatif, mungkin karena disebabkan tingkat pengetahuan dan perilaku penghuni ponpes yang sudah baik. Namun demikian masih ada beberapa faktor risiko yang masih kurang dan perlu diperbaiki, yaitu keberadaan jendela dan ventilasi, kepadatan hunian. dan sanitasi lingkungan ruang ponpes mempunyai potensi tinggi terhadap terjadinya penularan penyakit TB.

Ket : Jika memerlukan dokumen full version dapat mengirim permintaaan dokumen ke email : info@btkljogja.or.id