Pertemuan Evaluasi Nasional 2019 Program P2P


Pertemuan Nasional yang digelar Direktorat Jenderal P2P selama empat hari dari 4 sd 7 Desember 2019 dengan mengusung tema "Kolaborasi Pusat-Daerah Menuju SDM Unggul".

Sesditjen P2P dr. Achmad Yurianto selaku penyelenggara mengajak seluruh peserta pertemuan untuk dapat memanfaatkan forum ini sebagai forum yang dapat menciptakan kolaborasi pusat daerah. Dalam candanya dr. Achmad Yurianto mengatakan "kita harus mampu menyelesaikan permasalahan kesehatan, bukan memecahkan masalah yang artinya masalah besar yang kemudian pecah menjadi masalah masalah kecil, ini tidak efektif, selesaikan masalah dengan win win agar kinerja kesehatan bisa optimal".Pertemuan ini dibuka resmi oleh dr. Anung Sugihantono selaku Dirjen P2P yang mengajak peserta untuk:

  1. Memetakan daerah bermasalah dan memfokuskan kegiatan program didaerah tersebut,
  2. Menyusun kegiatan bersama/terpadu dengan sektor/OPD yang berkontribusi untuk menyelesaikan masalah,
  3. Aktif kelapangan untuk menemukan, mencegah dan merespon kejadian penyakit atau masalah pelaksanaan program,
  4. Menilai kembali anggaran dan memastikan kegiatan fokus,
  5. Saling tukar pengalaman dalam program P2P
  6. Berkolaborasi dan bersinergi dalam program P2P baik Pusat-UPT-Daerah maupun lintas program dan lintas sektor


Beliau juga menyampaikan "proses pencapaian program BUKAN HANYA CAPAIAN YANG DILIHAT, tetapi ada banyak faktor yang membuat berhasil atau tidaknya sebuah program. PENILAIAN HANYA BAGIAN KECIL dari evaluasi. Evaluasi tidak hanya berurusan pada nilai yang diukur berdasarkan angka yang didapat, tetapi evaluasi program akan MENGKAJI BANYAK FAKTOR. Evaluasi program DIHARAPKAN UNTUK MEMBERIKAN MASUKAN, KAJIAN DAN PERTIMBANGAN dalam menentukan apakah program layak untuk diteruskan atau dihentikan.

Selesai membuka secara resmi, Dirjen P2P melakukan penyerahan dokumen anggaran DIPA TA. 2020 kepada seluruh satker Pusat, UPT dan Dekonsentrasi, beliau berpesan agar setiap penyelenggaraan anggaran dijalankan dengan baik, berorientasi pada azaz manfaat dan selalu berkoridor pada peraturan yang berlaku.

Setelah menyerahkan dokumen DIPA TA. 2020 Dirjen P2P dan seluruh Kepala Satker melakukan penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 sebagai bentuk komitmen untuk meraih kinerja yang sebaik-baiknya.
Kepala BBTKLPP Yogyakarta Dr. dr Irene, MKM beserta tim kerjanya Dian Trikoriati, SKM, MPH selaku Kabag TU, Sayekti Udi Utama, SKM, M. Epid selaku Kabid Surveilans Epidemiologi dan Dhelina Auza Utami, S. Farm, Apt selaku Kasubbag Program dan Laporan hadir dalam proses koordinasi ini.

Pada Kesempatan ini Dirjen P2P memberikan penghargaan kepada jajarannya di Pusat, UPT dan Dinas Kesehatan yang memiliki kinerja terbaik, dimana BBTKLPP Yogyakarta berkesempatan mendapatkan penghargaan dan ucapan selamat dari Dirjen P2P atas pencapaian tertinggi Implementasi Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah (SAKIP) periode 2018 yang dinilai ditahun 2019 dengan nilai SAKIP sebesar 98,71 .
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus sebagai cambuk untuk semua jajaran Kemenkes khususnya lingkup Ditjen P2P untuk terus meningkatkan etos kerja dan kinerja yang terbaik untuk kemaslahatan masyarakat khususnya dibidang kesehatan.

Sepanjang penyelenggaraan acara ini disajikan sejumlah panel narasumber baik internal maupun eksternal baik Lintas program maupun lintas sektor dengan pembahasan:1.Penggerakan Sumber Daya Desa dwlam Peningkatan Cakupan dan Jangkauan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit oleh Kementerian PDTT2. Penggerakan Lintas Sektor di Daerah Serta Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi SPM oleh Kemendagri3. Panel Evaluasi Pelaksanaan dan Penganggaran Program Imunisasi, HIV/AIDS, TB, PTM, Eliminasi Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik serta evaluasi upaya P2P Kesehatan Jiwa dan Napza oleh para Direktur dilingkungan Ditjen P2P4. Panel Best Practices dan Evaluasi Program P2P di Dinas Kesehatan untuk pengendalian Polio di Provinsi Papua, pengendalian schistosomiasis di Provinsi Sulteng, pencegahan dan pengendalian PTM di Provinsi Bali, pencapaian eliminasi Kusta di Provinsi Sulut serta pencegahan dan pengendalian masalah keswa di Provinsi Jatim5. Panel Best Practices dan evaluasi program P2P di UPT untuk pengendalian faktor risiko penyakit di pintu masuk  negara di KKP Batam, pemanfaatan rekomendasi surveilans berbasis lab dalam menunjang program P2P di BBTKLPP Jakarta, evaluasi pelaksanaan embarkasi debarkasi Haji di KKP Makassar, serta Strategi Penyelenggaraan Kesehatan Haji oleh Pusat Kesehatan Haji Sekjen Kemkes RI.
Panel narasumber ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi para pimpinan dijajaran kesehatan pusat dan daerah untuk terus mengembangkan inovasi yang implementatif yang mampu mendongkrak derajat kesehatan dimasing-masing wilayah kerjanya.

Memeriahkan acara pertemuan nasional ini digelar pula sejumlah pameran dari dari Direktorat SKK, P2PTVZ, P2PML, P2PKJN dan Setditjen. Direktorat PTM dalam partisipasinya menyelenggarakan pemeriksaan kolesterol, glukosa darah, Hepatistis A (HSbAg), Hepatitis C (anti HCV), Anti HIV dan juga test kesehatan kejiwaan pada seluruh peserta pertemuan.

Pertemuan berjalan dengan lancar dan berakhir sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Peserta kembali ke tempat asal dengan berbekal semangat dan komitmen untuk membangun wilayahnya menuju Indonesia Sehat.