Monitoring faktor risiko PTM melalui kegiatan Posbindu PTM di BBTKLPP Yogyakarta


Untuk mengidentifikasi faktor risiko PTM dilakukan dengan kegiatan Posbindu PTM secara ruitn dua bulan sekali. Posbindu PTM BBTKLPP Yogyakarta pertama dilaksanakan dia awal Tahun 2015, selanjutnya pada Bulan Maret, Juni, Agustus, September, dan Nopember 2015. Total ada 6 kali pelaksanaan Posbindu PTM selama tahun 2015. Sistim pelaksanaan Posbindu PTM BBTKLPP Yogyakarta menggunakan sistim 5 meja. Setiap pertengahan (Agustus 2015) dan akhir tahun (November 2015) dilakukan evaluasi FR PTM pada seluruh anggota Posbindu PTM. data faktor risiko PTM karyawan BBTKLPP Yogyakarta diolah dan dianalisa secara deskriptif dan dientry dalam portal PPTM. Kegiatan pengendalian PTM diantaranya adalah sarasehan PTM bagi seluruh anggota Posbindu PTM BBTKLPP Yogyakarta. Dalam sarasehan tersebut hadir Direktur PPTM dan Dokter spesialis pada tanggal 4 Desember 2015 sebagai narasumber. Cakupan Posbindu PTM BBTKLPP Yogyakarta pada Bulan Januari 2015 adalah 90,30% (131 peserta) dan pada akhir Tahun 2015 meningkat menjadi 96,55% (140 orang). Faktor risiko PTM utama di posbindu PTM BBTKLPP Yogyakarta pada Bulan Januari 2015 adalah konsumsi buah dan sayur < 5 porsi/hari, mengkonsumsi makanan manis > 1 kali sehari, tidak pernah melakukan aktifitas fisik, obesitas, obesitas sentral, hiperkolesterol dan hiperglikemi. Pada Bulan Nopember 2015 terjadi penurunan proporsi dibawah cut off point untuk perilaku konsumsi buah dan sayur < 5 porsi/hari dan hiperglikemi hingga bukan lagi faktor risiko utama di Posbindu PTM BBTKLPP Yogyakarta, sedangkan perilaku yang lain masih menjadi faktor risiko utama ditambah munculnya faktor risiko utama baru yaitu perilaku makan makanan berlemak > 1x/hari. Proporsi anggota Posbindu PTM BBTKLPP Yogyakarta berdasarkan faktor risiko PTM pada Bulan Nopember 2015 yaitu kelompok hijau 0%, kelompok kuning 65,79%, dan kelompok merah 34,21%.

Peningkatan jumlah cakupan anggota Posbindu tidak diikuti dengan meningkatnya jumlah kunjungan. Demikian halnya dengan kecenderungan anggota Posbindu dengan FR PTM jumlahnya tidak menunjukkan pola tertentu misalkan cenderung meningkat atau turun. Hal ini menunjukkan kegiatan pengendalian FR PTM oleh individu masih belum bersifat permanen. Diperlukan upaya untuk menumbuhkan komitmen dari individu anggota Posbindu PTM BBTKLPP Yogyakarta untuk secara disiplin melakukan upaya pengendalian FR PTM dan rutin melakukan pemantauan FR PTM.

Ket : Jika memerlukan dokumen full version dapat mengirim permintaaan dokumen ke email : info@btkljogja.or.id