Uji Petik Kualitas Air Minum/PDAM Kabupaten Gunungkidul, DIY


Pada kajian ini dilakukan pengumpulan data berupa inspeksi sanitasi, keluhan pelanggan dan kualitas air PDAM sehingga dapat dibuat gambaran mengenai kualitas secara fisik, kimia, maupun mikrobiologi.

Hasil inspeksi sanitasi air produksi dan instalasi sumber air PDAM Kabupaten Gunungkidul menunjukkan kualitas fisik air termasuk dalam kategori baik dan tingkat risiko pencemaran semua sumber termasuk dalam kategori risiko rendah. Hasil pemeriksaan untuk sampel air baku  PDAM Cabang Seropan, Wonosari dan Baron belum memenuhi syarat air bersih menurut Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990 untuk parameter pH dan total coliform. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kualitas air PDAM pada jaringan distribusi PDAM  Kabupaten Gunungkidul 100% memenuhi syarat secara fisik, 96,3% memenuhi syarat secara kimia (3,7% tidak memenuhi syarat untuk parameter alumunium), namun tidak ada sampel yang memenuhi syarat secara mikrobiologi menurut Permenkes RI No.492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Adapun untuk parameter sisa klor hanya 14,8% yang memenuhi syarat sesuai Permenkes RI No.736/Menkes/Per/VI/2010. Hasil wawancara dengan pelanggan PDAM Kabupaten Gunungkidul menunjukkan sebagian besar pelanggan menggunakan air PDAM sebagai sumber air bersih (97,4%) dan air minum (87,9%). Sebanyak 74,1% pelanggan mengeluhkan kualitas air PDAM, terutama dikarenakan keruh, aliran tidak lancar, dan  berkapur.

Ket : Jika memerlukan dokumen full version dapat mengirim permintaaan dokumen ke email : info@btkljogja.or.id