Uji Petik Kualitas Air Minum/Depot Air Minum (DAM) di Kabupaten Bantul, DIY


Jenis kajian ini deskriptif yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan membuat gambaran kualitas fisik, kimia dan bakteriologis air minum setelah melalui proses pengolahan Depot Air Minum. Pada kajian ini dilakukan pengumpulan data berupa inspeksi sanitasi, keluhan pelanggan dan kualitas air DAM sehingga dapat dibuat gambaran mengenai kualitas secara fisik, kimia, maupun mikrobiologi.

Hasil kajian DAM Kabupaten Bantul D.I.Yogyakarta: hasil pemeriksaan fisik menunjukkan 100% memenuhi syarat kelaikan fisik. Jenis-jenis alat yang dipergunakan dalam pengolahan air minum DAM terdiri dari: tabung filter sejumlah 13 (86,7%),  mikro filter sejumlah 15 (100%), sterilisasi sejumlah 15 (100%) menggunakan UV.  Seluruh DAM menggunakan pompa yang terbuat dari besi. Karyawan DAM ada 1 yang mengikuti kursus penjamah makanan atau minuman yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan setempat.  Karyawan yang selalu mencuci tangannya pada saat akan melakukan pekerjaannya sebanyak 1 (6,67%) DAM. Karakteristik responden menurut usia responden mayoritas berusia 26 – 55 tahun sebanyak 64 (76%) responden. Dalam mengkonsumsi air DAM paling banyak adalah 2-2,5 Lt/hr sejumlah 64 (76%) responden. Ada 46 (55%) responden paling lama menkonsumsi air DAM antara 1 - 3 tahun. Alasan utama responden mempergunakan air DAM adalah praktis, air lebih bersih, lebih sehat dan murah. Mayoritas responden menyatakan tidak ada keluhan kesehatan selama mengkonsumsi air DAM. Mayoritas responden menyatakan tidak ada keluhan atas kualitas air DAM secara fisik.

Hasil pengujian contoh uji air bersih sebagai air baku DAM dari 14 sampel yang diperiksa terdapat 14 (100%) tidak memenuhi syarat (TMS), Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990, tentang Persyaratan Kualitas Air Bersih. Secara terperinci dari 14 sampel tersebut memenuhi syarat secara fisika (14 DAM), tetapi tidak memenuhi syarat secara kimia (7 DAM) dan biologi (12 DAM). Hasil pengujian contoh uji air minum hasil pengolahan 15 DAM yang diperiksa, 9 DAM tidak memenuhi syarat (TMS) sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Secara terperinci dari 15 sampel tersebut memenuhi syarat secara fisika (15 DAM), tetapi tidak memenuhi syarat secara kimia (3 DAM) dan biologi (9 DAM). Aspek pengujian mutu menunjukkan bahwa Hasil pemeriksaan/Laporan Hasil Uji (LHU) pemantauan internal yang dilakukan oleh pemilik DAM frekuensinya  tidak sesuai dengan ketentuan Permenkes RI No.736/Menkes/Per/VI/2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum.

Ket : Jika memerlukan dokumen full version dapat mengirim permintaaan dokumen ke email : info@btkljogja.or.id