Kajian Penyehatan Perumahan di Kabupaten Kulon Progo, DIY


Berdasarkan hasil dari 400 rumah yang disurvei terdapat 85 (25,5%) rumah yang termasuk kriteria rumah sehat dihuni oleh 331 jiwa (22,3%), rumah yang kurang sehat sebanyak 281 (70,25%) rumah dihuni oleh 1.045 jiwa (70,25%), dan sisanya 34 (8,5%) rumah termasuk dalam kriteria rumah tidak sehat dihuni oleh 105 jiwa (7,1%). Hasil pengujian contoh uji air bersih dari 28 sampel yang diperiksa tidak ada yang memenuhi syarat, 24 (86%) tidak memenuhi syarat biologi, 24 (86%) tidak memenuhi syarat kimia, dan 9 (32%) tidak memenuhi syarat fisika. Kualitas udara ruang dari 16 titik yang diperiksa tidak memenuhi syarat ditinjau dari parameter fisik yaitu 1 (6,25%) tidak memenuhi syarat suhu, 1 (6,25%) tidak memenuhi syarat kelembaban, 7 (43,75%) tidak memenuhi syarat suhu dan kelembaban, 5 (31,25%) tidak memenuhi syarat suhu, kelembaban dan pencahayaan. 2 (12,5%) tidak memenuhi syarat kelembaban danpencahayaan. Sedangkan dari parameter mikrobiologi yaitu ALT 14 (88%) tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari parameter mikrobiologi yaitu ALT 12 (75%) tidak memenuhi syarat.. Hasil pengujian contah uji tanah dari 2 sampel yang diperiksa seluruhny memenuhi syarat. Kebiasaan membuka jendela setiap hari 160 (40%), yang kadang-kadang  155 (38,75)% dan yang tidak pernah membuka jendela sebanyak  85 (21,25%). Dengan demikian maka sirkulasi udara dan pencahayaan alamiah belum seluruhnya  memenuhi syarat. Kebiasaan menyapu dan mengepel lantai dilaksanakan disetiap rumah, tetapi frekuensinya tidak sama, penduduk yang menyapu dan mengepel lantai setiap hari sebanyak  224 (56%), 3 hari sekali 108 (27%) dan 68 (17%) seminggu sekali. Dengan demikian keadaan lantai sebagian besar bersih dan tidak berdebu. Kebiasaan membuang tinja ke WC/jamban sebanyak 373 (93,25%), sedangkan 27 (6,75)% ke sungai/kebun/kolam. Sampah yang dihasilkan oleh penduduk sebagian besar belum dikelola dengan baik, 44 (11%) dibuang ke TPS/petugas sampah,  47 (11,75%) dimanfaatkan, penduduk yang mempunyai kebiasaan membuang sampah ke kebun 309 (77,25%). Hasil Inspeksi Sanitasi Sarana Air Bersih dan jamban keluarga dari 400 rumah adalah Kualitas fisik air bersih, 283 (70,75%) baik, dan 82 (20,5%) tidak memiliki sarana air bersih. Tingkat risiko pencemaran SAB: 210 (52.5%) risiko rendah,  82 (20,5)% risiko sedang, 24 (6%) risiko tinggi, 2 (0,5%) resiko amat tinggi dan 82 (20,5%) tidak memiliki sarana air bersih. Sebanyak 257 (64,25%) jamban mempunyai resiko rendah, 28 (7%) tidak memiliki jamban.

Ket : Jika memerlukan dokumen full version dapat mengirim permintaaan dokumen ke email : info@btkljogja.or.id