Peningkatan Kesehatan Haji di Boyolali, Jateng


Tujuan kajian ini adalah mengetahui gambaran kualitas lingkungan, sanitasi makanan, minuman,  bahan mentah dan penjamah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini terdiri dari survei, observasi pengambilan sampel air baku,bersih,makanan dan penyehatan lingkungan antara lain pengendalian vektor penular penyakit, penyediaan kamar tidur, air mandi dan air minum di Asrama Haji Donohudan.

Hasil pengujian  air bersih (100%) yang diambil tidak memenuhi baku mutu air bersih secara fisika (berasa) dan kimia (Mangan) menurut Permenkes RI No 416/ Menkes/Per/IX/1990 tentang Persyaratan  Kualitas Air Bersih, sedangkan satu dari dua contoh uji (50%) tidak memenuhi persyaratan mikrobiologi. contoh uji air minum dari 16  terdapat 56 % tidak memenuhi syarat (TMS) dan 44% memenuhi syarat (MS) parameter kimia (Mn), parameter biologi Total coliform tidak memenuhi syarat (TMS) 56% dan memenuhi syarat 44% (MS), E Coli tidak memenuhi syarat (TMS) 38 % dan memenuhi syarat (MS) 62%.berdasarkan persyaratan air minum menurut Permenkes RI No.492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. semua contoh uji bahan mentah, 100 % tidak mengandung bahan pengawet makanan (Nitrit,borax, cyanida, Rhodamin, Metylin yellow). Contoh uji makanan siap saji terdapat 50% mengandung bahan pengawet/pewarna, Contoh Uji jajanan terdapat 60% dari 5 contoh uji terdapat kandungan E.Coli. Contoh uji minuman terdapat 50 %  hasil  analisis positif mengandung E.Coli sehingga tidak memenuhi syarat parameter mikrobiologi menurut Permenkes RI No. 1096/ Menkes /Per/VI/2010 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasaboga. Contoh uji BTA semuanya negatif (MS), untuk parameter kelembaban  dari 10 contoh uji terdapat (80%)  tidak memenuhi syarat (TMS) menurut Kepmenkes RI No. 829/Menkes/SK/VII/1999, Tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan, Parameter pencahayaan terdapat (70%) tidak memenuhi syarat (TMS). Parameter suhu (90%) memenuhi persyaratan(MS) satu dari 2 contoh uji  (50%) parameter ALT dan  parameter suhu di ruang Dapur tidak memenuhi syarat menurut Kepmenkes RI No.1204/Men.Kes/SK/X/2004, Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Sedangkan parameter  kelembaban dan Pencahayaan  telah memenuhi  syarat menurut Permenkes RI Nomor 1096/ Menkes/ Per/VI/2011 Tentang Higiene Sanitasi Jasaboga.Dari 2 contoh uji  (50%) di ruang Poliklinik parameter ALT  dan parameter kelembaban tidak memenuhi syarat menurut Kepmenkes RI No.1204/Men.Kes/SK/X/2004, Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Sedangkan parameter suhu dan pencahayaan(100%) memenuhi persyaratan menurut Kepmenkes RI No.1204 /Menkes /SK/X/2004, Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Kualitas penjamah  makanan dan peralatan, secara mikrobiologi:  4 contoh uji  usap tangan penjamah/penyaji parameter ALT  dan parameter E. coli (100%)  tidak memenuhi syarat (TMS) menurut Kepmenkes RI No. 1096 /Menkes /Per/VI/2011, Tetang Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasaboga. 10 contoh uji dengan pengambilan 2 kali ada sembilan (10%) usap alat masak, makan dan minum parameter ALT dan E.coli  tidak memenuhi syarat (TMS), menurut Kepmenkes RI No. 1096/ Menkes/Per/VI/2011, Tetang Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasaboga. 2  contoh uji  (100%) limbah cair, tidak memenuhi syarat baku mutu menurut Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tenggah Tahun 2012, No 5 Lampiran IX baik dari golongan I maupun golongan II. dua kali pemantauan keberadaan vektor di ruang dapur, tidak didapatkan adanya tikus, kecoa dan lalat.

Ket : Jika memerlukan dokumen full version dapat mengirim permintaaan dokumen ke email : info@btkljogja.or.id