Workshop Penguatan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2PTVZ) Terpadu dalam pencapaian Eliminasi Filariasis Tahun 2018


Kegiatan Workshop Penguatan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2PTVZ) Terpadu dalam pencapaian Eliminasi Filariasis Tahun 2018 dilaksanakan di Hotel Salak Tower, Bogor Jawa Barat pada tanggal 31 Januari hingga 3 Februari 2018. Kegiatan ini secara umum bertujuan agar Program Prioritas Tular Vektor dan Zoonotik dapat terintegrasi dan terkoordinasi dengan seluruh program dan sektor terkait. Diharapkan dengan terlaksananya Keterpaduan dan adanya Penguatan Program menuju Reduksi, Eliminasi dan Eradikasi penyakit Tular Vektor dan Zoonotik yang didukung secara maksimal dari semua program dan sektor terkait maka akan dapat menurunkan secara bermakna angka kesakitan akibat penyakit tular vektor dan zoonotik.

Kegiatan dimulai dengan dibuka oleh Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. H. M. Subuh, MPPM kemudian dilanjutkan dengan pemberian beberapa materi yaitu Sosialisasi Permenkes No. 50 Tahun 2017, Evaluasi Program Filariasis dan Kecacingan, Evaluasi Program Arbovirosis, Evaluasi Program Zoonosis, Evaluasi Program Malaria, Evaluasi Program Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit, serta paparan Peluang, Tantangan Implementasi Program P2PTVZ di Propinsi (banten, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat) serta Panel Best Practise dari berbagai narasumber. Pertemuan dihadiri oleh 149 orang yang terdiri dari peserta pusat 35 orang, Narasumber 7 orang, moderator 5 orang, Kepala bidang P2 Dinkes Provinsi, Bidang P2 Dinkes Provinsi 34 orang, Kabid Kesmas Dinkes Provinsi, Bidang Kesmas Dinkes Provinsi 34 orang, B/BTKLPP 10 orang, Bappeda 19 provinsi 19 orang, Best Practise Inovatif 5 orang. Perwakilan dari BBTKLPP Yogyakarta yang menghadiri acara tersebut adalah Kepala Seksi Pengkajian dan Desiminasi Drs. Prayudi Afianto. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang dibagi dalam 5 kelompok regional dengan topik pembahasan yaitu Upaya Percepatan Reduksi, Eliminasi dan Eradikasi Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik.

Hasil diskusi kelompok menghasilkan beberapa kesepakatan yang dibagi menjadi dua kelompok beradasarkan level yang akan menindaklanjuti kesepekatan tersebut yaitu Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk Pusat dan RTL untuk Provinsi. Rencana Tindak Lanjut untuk Pusat nantinya akan dilaksanakan oleh 4 kementerian dan satu Badan yaitu Kemenkes (dalam hal ini Ditjen P2P, khususnya Dit. P2PTVZ), Kemendagri, Kemendes, KemenPUPR dan BNPB dengan bentuk tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing kementerian dan badan. Rencana Tindak Lanjut Kemenkes diantarany membuat standarisasi ketenagaan, mereview buku saku penggunaan dana desa dan penyediaan logistik. Sedangkan 3 kementerian lainnya dan BNPB diharapkan dapat memasukkan program P2PTVZ menjadi program prioritas baik di tingkat nasional (kementerian) maupun di daerah dengan melakukan advokasi dan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan KLB penyakit TVZ khususnya di BNPB. Sedangkan untuk tingkat provinsi, diharapkan melaporkan hasil pertemuan kepada gubernur, melakukan advokasi dan sosialisasi kepada lintas sektor di tingkat provinsi dan kabupaten serta melakukan optimalisasi program P2PTVZ dengan melakukan penyusunan rencana aksi percepatan reduksi, eliminasi dan eradikasi penyakit TVZ, mempertajam pemetaan permasalahan PTVZ, Mencari sumber pembiayaan lain selain APBN, APBD untuk program P2PTVZ, Pemberdayaan masyarakat untuk percepatan pelaksanaan program P2PTVZ terpadu, menggali inovasi baru dalam percepatan P2PTVZ yang local spesifik, memasukkan program P2PTVZ dalam prioritas daerah, mendorong kabupaten/kota untuk melakukan advokasi dan sosialisasi kepada pemangku desa untuk memasukkan program P2PTVZ ke dalam RPJMD. Kegiatan diakhiri tanggal 3 Februari dan ditutup oleh direktur P2PTVZ drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid.